Anak Muda Pelopor Budaya Antikorupsi
- 09 Jul 2026 12:53 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Peran generasi muda dinilai sangat penting dalam membangun budaya antikorupsi melalui pembiasaan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sejak dini. Nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan melalui keluarga, sekolah, organisasi, serta lingkungan pertemanan yang memberikan teladan positif setiap harinya.
Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia, Rania Putri Adiatama, Selasa (07/07/2026), menceritakan perjalanan dirinya yang berawal sebagai anggota Paskibraka Kota Malang. Pengalaman tersebut membawanya menjadi anggota Purna Paskibraka Indonesia sekaligus mengikuti seleksi Duta Pancasila yang menekankan nilai integritas.
“Seleksi tidak hanya menguji kemampuan kepemimpinan dan wawasan kebangsaan, tetapi juga pemahaman mengenai Pancasila serta budaya antikorupsi. Seluruh peserta dibekali pentingnya menjaga integritas sebagai bekal menjalankan peran di tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Pembentukan karakter tidak hanya berasal dari lingkungan keluarga, melainkan juga dipengaruhi pergaulan sehari-hari bersama teman sebaya. Lingkungan pertemanan yang positif mampu mendorong seseorang membiasakan perilaku jujur dan bertanggung jawab dalam berbagai aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa korupsi tidak selalu berkaitan dengan penyalahgunaan uang ataupun jabatan yang merugikan keuangan negara secara langsung. Di lingkungan sekolah, korupsi dapat berupa titip absen, menyontek saat ujian, maupun menyalahgunakan waktu yang telah diberikan.
“Kebiasaan kecil tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat membentuk karakter yang mengabaikan kejujuran dan tanggung jawab. Jika dibiarkan terus berlangsung, perilaku tersebut berpotensi berkembang menjadi tindakan yang lebih merugikan pada masa mendatang.,” imbuhnya.
Rania juga aktif dalam organisasi Kader Inti Pemuda Antinarkoba yang menanamkan nilai integritas kepada para anggotanya melalui berbagai kegiatan pembinaan. Bersama organisasi tersebut, ia turut melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah mengenai pentingnya membangun perilaku positif sejak usia muda.
Di lingkungan sekolah, pendidikan antikorupsi juga diterapkan melalui pembiasaan budaya kejujuran dalam berbagai kegiatan belajar mengajar setiap harinya. Sekolah memberikan sanksi kepada siswa yang menyontek atau melakukan titip absen sebagai bentuk penegakan disiplin dan integritas.
Selain itu, penggunaan telepon genggam saat ujian dibatasi agar seluruh siswa mengerjakan soal secara mandiri tanpa bantuan pihak lain. Menurut Rania, dukungan sekolah, keluarga, dan organisasi menjadi faktor penting dalam menumbuhkan generasi muda yang berintegritas dan antikorupsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....