Budaya Antikorupsi Dimulai dari Keluarga

  • 09 Jul 2026 12:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID – Malang: Membangun budaya antikorupsi harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter setiap individu. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat sepanjang kehidupan seseorang.

Rizki Andy K., S.H., M.H, - Penyuluh Anti Korupsi dan Auditor Muda ITBAN PKDI Inspektorat Daerah Kota Malang, Selasa (07/07/2026), menjelaskan bahwa budaya antikorupsi bukanlah sikap yang dapat terbentuk secara instan atau otomatis. Nilai tersebut harus dipelajari, dibiasakan, serta diterapkan secara konsisten melalui perilaku sehari-hari dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat luas.

“Orang tua memegang peranan penting sebagai teladan utama dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Anak akan lebih mudah mencontoh perilaku jujur apabila melihat orang tuanya selalu mengutamakan integritas dalam setiap tindakan sehari-hari. Masih banyak keluarga yang mengukur keberhasilan seseorang berdasarkan kekayaan, rumah mewah, kendaraan, atau pencapaian materi lainnya. Padahal, ukuran kesuksesan seharusnya lebih menekankan profesionalitas, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga integritas dalam berbagai situasi kehidupan,” ungkapnya.

Rizki mencontohkan bahwa siapa pun dapat menjadi pribadi sukses tanpa harus menduduki jabatan tinggi atau memiliki kekayaan melimpah. Seorang penjual bubur, penjual bakso, maupun pelaku usaha kecil mampu meraih keberhasilan melalui kerja keras, kejujuran, serta pelayanan berkualitas.

“Anak akan merasa lebih bangga memiliki orang tua sederhana yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dibandingkan orang tua kaya. Kebanggaan tersebut lahir karena integritas menjadi warisan karakter yang jauh lebih berharga daripada sekadar pencapaian materi semata. Budaya antikorupsi tidak berhenti di lingkungan keluarga, tetapi harus diperkuat melalui lingkungan sekitar secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Nilai integritas perlu terus dipupuk dalam lingkungan tetangga, sekolah, organisasi, hingga masyarakat agar menjadi budaya bersama yang kuat,” tambahnya.

Penerapan nilai antikorupsi sejak usia dini diyakini mampu membentuk generasi yang memiliki karakter tangguh serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan. Generasi berintegritas akan lebih mampu menolak praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, maupun berbagai bentuk ketidakjujuran dalam kehidupan bermasyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....