Sheila On 7 Selektif Manggung Demi Kenyamanan Penonton
- 19 Jun 2026 12:31 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Grup musik Sheila On 7 menegaskan bahwa berkurangnya frekuensi penampilan mereka dalam beberapa waktu terakhir bukan semata karena ingin membatasi aktivitas manggung.
“Selalu menyenangkan berada di Malang. Saya excited dengan kulinernya, tempat-tempatnya, dan juga pertunjukan yang ada di sini. Antusiasme teman-teman juga luar biasa,” ujar Duta.
Menurut Duta, Malang memiliki tempat tersendiri bagi Sheila On 7 karena menjadi salah satu daerah yang memiliki komunitas penggemar atau Sheila Gank resmi yang aktif.
Adam mengungkapkan bahwa selama ini Sheila On 7 beberapa kali menemukan persoalan dalam penyelenggaraan konser yang berdampak pada kenyamanan penonton. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk lebih berhati-hati dalam menerima tawaran manggung.
“Tujuan kami sebenarnya sederhana, bagaimana penonton bisa nyaman, menikmati sajian musik terbaik, lalu pulang dengan perasaan senang. Penyelenggara juga mendapatkan keuntungan yang layak, dan musisi dihargai sesuai porsinya,” katanya.
Senada dengan Adam, gitaris Eross menilai kualitas sebuah konser tidak hanya ditentukan oleh penampilan musisi di atas panggung, tetapi juga manajemen acara secara keseluruhan. Karena itu, proses kurasi terhadap promotor dan organizer menjadi bagian penting dari persiapan manggung.
“Kalau ingin mendapatkan kondisi yang ideal, proses kurasinya memang lebih lama dan lebih sulit. Kami tidak bisa serta-merta menerima semua tawaran yang datang,” ujar Eross.
Ia menegaskan bahwa orientasi utama Sheila On 7 bukan sekadar nominal bayaran, melainkan pengalaman yang dirasakan penonton selama menghadiri konser.
“Goal pertama kami adalah bagaimana orang-orang yang datang ke acara bisa happy. Itu yang paling penting. Kalau penonton puas, penyelenggara senang, dan musisi juga dihargai, berarti semuanya mendapatkan manfaat,” tegasnya.
Sebaliknya, band tersebut kini menerapkan proses kurasi yang lebih ketat terhadap setiap tawaran pertunjukan demi menjaga kualitas penampilan dan kenyamanan penonton. Hal ini diungkapkan vokalis Sheila On 7 Duta di sela siaran bersama Pro2 RRI Malang, Jumat (19/6/2026) siang.
Di Kota Malang, kehadiran Sheila On 7 pun disambut antusias para penggemar. Terlebih grup musik yang eksis selama 30 tahun terakhir ini akan menggelar konser di Kota Malang pada Sabtu (20/6/2026) besok. Sheila On 7 sendiri terakhir manggung di Kota Malang sekitar tujuh tahun lalu.
Duta pun mengaku selalu menikmati setiap kunjungan ke Kota Pendidikan, karena memiliki suasana yang hangat dan basis penggemar yang solid.
“Selalu menyenangkan berada di Malang. Saya excited dengan kulinernya, tempat-tempatnya, dan juga pertunjukan yang ada di sini. Antusiasme teman-teman juga luar biasa,” ujar Duta.
Menurut Duta, Malang memiliki tempat tersendiri bagi Sheila On 7 karena menjadi salah satu daerah yang memiliki komunitas penggemar atau Sheila Gank resmi yang aktif.
Ia pun berpesan agar para penggemar terus menjaga energi positif dan kebahagiaan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Malang termasuk salah satu kota yang punya official fanbase. Pesan saya, tetap positif dan terus berbahagia,” katanya.
Sementara itu, Adam menjelaskan bahwa anggapan Sheila On 7 mengurangi jadwal manggung tidak sepenuhnya tepat. Ia menyebut, band tersebut saat ini lebih fokus pada proses seleksi penyelenggara acara demi memastikan kualitas konser tetap terjaga.
“Kalau dibilang mengurangi frekuensi, ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar. Lebih tepatnya kami sekarang lebih selektif karena ingin memberikan yang terbaik untuk penonton,” ujar Adam.
Menurutnya, setiap tawaran pertunjukan kini dievaluasi berdasarkan berbagai aspek, mulai dari rekam jejak penyelenggara hingga pengalaman mereka mengelola acara dalam skala besar.
“Bukan hanya soal dana atau sponsor yang besar. Kami juga melihat portofolio penyelenggara. Apakah mereka pernah mengelola acara dengan baik, apakah punya pengalaman yang cukup, itu menjadi perhatian kami,” jelasnya.
“Malang termasuk salah satu kota yang punya official fanbase. Pesan saya, tetap positif dan terus berbahagia,” katanya.
Sementara itu, Adam menjelaskan bahwa anggapan Sheila On 7 mengurangi jadwal manggung tidak sepenuhnya tepat. Ia menyebut, band tersebut saat ini lebih fokus pada proses seleksi penyelenggara acara demi memastikan kualitas konser tetap terjaga.
“Kalau dibilang mengurangi frekuensi, ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar. Lebih tepatnya kami sekarang lebih selektif karena ingin memberikan yang terbaik untuk penonton,” ujar Adam.
Menurutnya, setiap tawaran pertunjukan kini dievaluasi berdasarkan berbagai aspek, mulai dari rekam jejak penyelenggara hingga pengalaman mereka mengelola acara dalam skala besar.
“Bukan hanya soal dana atau sponsor yang besar. Kami juga melihat portofolio penyelenggara. Apakah mereka pernah mengelola acara dengan baik, apakah punya pengalaman yang cukup, itu menjadi perhatian kami,” jelasnya.
Adam mengungkapkan bahwa selama ini Sheila On 7 beberapa kali menemukan persoalan dalam penyelenggaraan konser yang berdampak pada kenyamanan penonton. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk lebih berhati-hati dalam menerima tawaran manggung.
“Tujuan kami sebenarnya sederhana, bagaimana penonton bisa nyaman, menikmati sajian musik terbaik, lalu pulang dengan perasaan senang. Penyelenggara juga mendapatkan keuntungan yang layak, dan musisi dihargai sesuai porsinya,” katanya.
Senada dengan Adam, gitaris Eross menilai kualitas sebuah konser tidak hanya ditentukan oleh penampilan musisi di atas panggung, tetapi juga manajemen acara secara keseluruhan. Karena itu, proses kurasi terhadap promotor dan organizer menjadi bagian penting dari persiapan manggung.
“Kalau ingin mendapatkan kondisi yang ideal, proses kurasinya memang lebih lama dan lebih sulit. Kami tidak bisa serta-merta menerima semua tawaran yang datang,” ujar Eross.
Ia menegaskan bahwa orientasi utama Sheila On 7 bukan sekadar nominal bayaran, melainkan pengalaman yang dirasakan penonton selama menghadiri konser.
“Goal pertama kami adalah bagaimana orang-orang yang datang ke acara bisa happy. Itu yang paling penting. Kalau penonton puas, penyelenggara senang, dan musisi juga dihargai, berarti semuanya mendapatkan manfaat,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....