Inggit A Wulan Tuangkan Perjalanan Emosional di EP “Memoar”

  • 12 Mei 2026 08:57 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Solois pendatang baru Inggit A Wulan resmi merilis EP perdananya bertajuk Memoar di seluruh platform musik digital. Melalui empat lagu yang saling terhubung, Inggit menghadirkan perjalanan emosional tentang proses pulang kepada diri sendiri, sekaligus refleksi atas rapuhnya manusia dalam menghadapi kehidupan.

EP “Memoar” menjadi penanda fase baru dalam perjalanan bermusik Inggit A Wulan. Tidak sekadar kumpulan lagu, karya ini dirangkai sebagai satu kesatuan cerita yang menggambarkan tahapan emosi manusia, mulai dari harapan dalam cinta, kehilangan, kesadaran akan kefanaan hidup, hingga pencarian makna di tengah kesepian.

“EP ini seperti langkah baru bagi saya, karena untuk pertama kalinya saya bisa bercerita secara utuh, bukan hanya lewat satu lagu, tapi melalui satu rangkaian cerita,” ujar Inggit dalam keterangan resminya untuk RRI Malang.

Konsep besar “Perjalanan Pulang ke Diri Sendiri” menjadi benang merah dalam EP tersebut. Inggit menyebut “Memoar” sebagai catatan jujur atas pengalaman hidup, keresahan, dan proses memahami diri yang selama ini ia rasakan.

“Ini bukan hanya kumpulan lagu, tapi perjalanan untuk memahami diri sendiri dan menemukan arah untuk pulang,” katanya.

Dari sisi musikalitas, EP ini mengusung nuansa Pop Rock, Rock, hingga Slow Rock yang emosional namun tetap bertenaga. Bagi Inggit, musik rock dipilih karena mampu menjadi medium paling jujur dalam menyalurkan emosi dan kegelisahan batin.

EP “Memoar” terdiri atas empat lagu, yakni “Cinta Bertahanlah”, “Serupa Embun”, “Teman Sejati”, dan “Kesepian”. Lagu “Serupa Embun” dipilih sebagai single utama karena dinilai merepresentasikan inti pesan dari keseluruhan EP.

Menurut Inggit, lagu tersebut berbicara tentang pentingnya rendah hati dan bersyukur dalam menjalani kehidupan. Pesan sederhana itu justru menjadi inti refleksi yang ingin ia sampaikan kepada pendengar.

“‘Serupa Embun’ adalah jantung dari EP ini. Pesannya sederhana, tapi sangat dekat dengan kehidupan, tentang belajar rendah hati dan bersyukur,” ungkapnya.

Dalam proses produksinya, Inggit juga terlibat langsung sebagai produser untuk seluruh lagu. Ia bekerja sama dengan Vian Uone, Dedi Hamid, dan Virman Agus Wibowo dalam merampungkan karya tersebut.

Setiap lagu lahir dari pengalaman dan keresahan yang berbeda, mulai dari isu sosial seperti kekerasan dan bullying, kehilangan sahabat, hingga rasa hampa di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Karena itu, proses kreatif EP ini disebut menjadi pengalaman emosional yang sangat personal bagi dirinya.

Melalui EP “Memoar”, Inggit berharap lagu-lagunya dapat menjadi teman bagi pendengar yang tengah berada di masa sulit dan merasa kehilangan arah.

“Tidak apa-apa menjadi manusia yang tidak sempurna. Yang penting, kita tahu ke mana harus kembali pulang,” tutupnya.

EP “Memoar” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital seperti Spotify, YouTube Music, dan Apple Music. Sedangkan untuk single Serupa Embun sudah bisa dinikmati melalui playlist di radio.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....