Tertinggal di Banyuwangi, Hadirkan Nuansa Mistis Emosional

  • 22 Jun 2026 09:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Aksaranata kembali merilis single terbaru berjudul “Tertinggal Di Banyuwangi” yang menghadirkan nuansa melankolis dengan tema besar kehilangan, trauma, serta janji yang tidak pernah terselesaikan.

Lagu tersebut ditulis oleh Jeropoint dan digarap bersama para personel Aksaranata yang terdiri dari Kresti, Jeropoint, Arie, Rio, serta Ritchi. Karya ini disajikan dengan aransemen musik yang merdu sekaligus atmosferik, sehingga memperkuat kesan emosional yang ingin disampaikan kepada pendengar.

Mengusung inspirasi dari nuansa magis Banyuwangi, lagu ini menggambarkan kisah rasa yang tertinggal begitu lama hingga melampaui batas kehidupan dan kematian. Lirik-liriknya menelusuri jejak luka, penyesalan, serta dendam yang terus hidup dalam ingatan, seolah menghadirkan pergulatan batin di antara dunia nyata dan keabadian.

Lebih dari sekadar karya musik, “Tertinggal Di Banyuwangi” juga menjadi refleksi atas perjalanan emosional manusia terhadap kehilangan dan memori masa lalu. Lagu ini menyoroti keinginan untuk menyelesaikan hal-hal yang belum sempat tuntas, sebuah tema yang konsisten mewarnai karya-karya Aksaranata sebelumnya.

Secara musikal, Aksaranata dikenal sebagai grup yang mengeksplorasi perpaduan unsur tradisi dan eksperimental. Sejak debut album “Di Ambang Kematian” pada 2022 dengan warna Folk Jazz, mereka terus mengembangkan identitas musikalnya. Pada 2024, Aksaranata juga merilis single “Koe Lan Aku” yang menjadi soundtrack film SUMALA, dengan eksplorasi Folk Horror dan unsur budaya Jawa melalui instrumen tradisional serta vokal sinden.

Single “Tertinggal Di Banyuwangi” sendiri juga didapuk sebagai soundtrack resmi film horor Sihir Tanah Kubur produksi MVP Pictures dan telah tersedia di seluruh platform musik digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....