Timurnesia Jadi Identitas Baru Musik Indonesia Timur
- 31 Jan 2026 14:36 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Musik dari kawasan Indonesia Timur mendapatkan momentum baru dengan lahirnya identitas kolektif bernama Timurnesia. Usulan nama Timurnesia muncul dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peta Jalan Ekosistem Musik Indonesia Timur dalam Kebijakan Kebudayaan Nasional” yang digelar di Gedung Kementerian Kebudayaan RI pada akhir Januari 2026. Forum tersebut mempertemukan perwakilan musisi Indonesia Timur bersama pemerintah untuk membahas penguatan ekosistem musik regional yang selama ini banyak viral di berbagai platform digital.
Gagasan Timurnesia diinisiasi oleh para musisi Indonesia Timur sebagai payung identitas yang merepresentasikan beragam warna musik dari wilayah tersebut, sekaligus memperkuat pengakuan di tingkat nasional serta membuka peluang menuju pasar internasional. Pemerintah pun menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi pengembangan ekosistem ini agar karya-karya musisi dari Indonesia Timur dapat tumbuh berkelanjutan dan semakin dikenal luas.
Identitas musik Indonesia Timur kini memiliki wadah baru. Melansir Kompas.com, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha memperkenalkan Timurnesia sebagai genre musik yang diharapkan mampu merepresentasikan kekhasan daerah timur Nusantara dalam kebijakan kebudayaan nasional.
Langkah ini hadir di tengah meningkatnya popularitas lagu-lagu Indonesia Timur yang belakangan kian digemari masyarakat Tanah Air. Beragam karya musisi kawasan timur ramai diputar di platform digital hingga media sosial, menunjukkan besarnya minat publik terhadap karakter musik yang khas, enerjik, dan penuh semangat.
Giring menyampaikan, ide Timurnesia berawal dari aspirasi para musisi Indonesia Timur yang disampaikan sekitar satu bulan lalu. Aspirasi tersebut kemudian dibahas melalui ruang dialog, dimusyawarahkan, hingga akhirnya disepakati bersama sebagai genre baru.
“Aspirasi teman-teman musisi Indonesia Timur agar memiliki ruang dan genre musik sendiri yang merepresentasikan identitas mereka akhirnya dipertemukan dalam ruang dialog dan disepakati bersama. Dari proses itulah lahir genre baru Timurnesia,” tulis Giring melalui akun Instagram pribadinya.
Forum ini digelar sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekosistem kebudayaan nasional sekaligus memastikan kehadiran negara bagi para pelaku budaya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Staf Khusus Presiden Yovie Widianto, perwakilan Kementerian Pertahanan, Ketua Umum ICCN Fiki Satari, serta komunitas idetimur.id.
Giring menambahkan, lahirnya Timurnesia juga membawa semangat persatuan yang diwariskan mendiang Glenn Fredly. Nilai kebersamaan dan keberagaman dalam musik menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem musik nasional.
Ke depan, inisiatif ini akan terus dikawal oleh Tim Kerja Pemajuan Ekosistem Musik Indonesia agar musik dan budaya Indonesia Timur semakin dikenal serta diapresiasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah karya musisi kawasan timur yang telah mencuri perhatian publik dan menjadi bagian dari gelombang Timurnesia antara lain lagu viral “Tabola Bale” yang dipopulerkan Silet Open Up, “Orang Baru Lebe Gacor” oleh Ecko Show bersama Juan Reza dan Chesylino, serta “Stecu-Stecu” yang turut mewarnai tren musik Indonesia Timur sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....