Murex Lepaskan Obsesi dan Kontrol lewat Teriakan Emosional di “Hardness of a Silver
- 17 Jun 2026 09:02 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Musisi asal Swedia, Murex, kembali melanjutkan perjalanan kreatifnya dengan merilis single terbaru berjudul “Hardness of a Silverspoon” melalui label Young. Lagu ini menjadi karya kedua yang dirilis setelah debutnya, “Massacre”, sekaligus menandai eksplorasi artistik yang lebih personal dan emosional.
Dalam keterangan resminya, Murex mengungkapkan bahwa lagu tersebut lahir dari dorongan kuat untuk melepaskan obsesi dan keinginan mengendalikan segala hal. Proses penciptaannya berlangsung dalam satu sesi yang dipenuhi luapan emosi, hingga menghasilkan karya yang menurutnya harus “diteriakkan keluar”.
“Hardness of a Silverspoon” juga hadir bersama video musik yang disutradarai sendiri oleh Murex. Menariknya, lagu ini awalnya memiliki lebih banyak lirik. Namun, selama proses rekaman, sebagian besar kata-kata tersebut dihilangkan karena dianggap tidak lagi diperlukan untuk menyampaikan emosi yang ingin dihadirkan.
Menurut Murex, ekspresi berupa suara tanpa bahasa justru mampu menghadirkan kekuatan emosional yang lebih besar. Ia menilai bahwa teriakan ke dalam kehampaan tidak akan memiliki dampak yang sama apabila dibatasi oleh kata-kata.
Secara musikal, lagu ini menampilkan permainan terompet yang dibawakan langsung oleh Murex, instrumen yang telah dipelajarinya sejak kecil. Suara terompet tersebut dipadukan dengan organ bernuansa gelap dan atmosfer yang dingin, menciptakan lanskap musik elektronik yang intim sekaligus mencekam.
Nuansa musik dalam lagu ini disebut mengingatkan pada dunia album “Vespertine” milik Björk, di mana keindahan dan ancaman hadir berdampingan tanpa pernah mencapai penyelesaian yang jelas. Melalui pendekatan tersebut, Murex kembali menunjukkan kecenderungannya untuk menolak batasan genre dan identitas musik yang kaku.
Di tengah industri musik yang semakin dipengaruhi tuntutan algoritma dan pencitraan yang seragam, Murex memilih jalur berbeda. Ia terus membangun dunia kreatif yang berakar pada cerita rakyat Nordik, semangat menentukan nasib sendiri, serta penolakan terhadap definisi identitas yang terlalu sempit.
“Hardness of a Silverspoon” menjadi langkah terbaru dalam perjalanan artistik tersebut, sekaligus memperlihatkan bagaimana Murex terus mengembangkan narasi personalnya melalui karya-karya yang sulit dikategorikan namun memiliki karakter yang kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....