Berawal dari Pandemi, Elvira Kembangkan Rumarasa Kitchen dari Roroti
- 17 Agt 2026 12:23 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Berawal dari mengisi waktu luang saat pandemi COVID-19, Elvira belajar memanggang secara autodidak hingga berhasil mengembangkan usaha kuliner Rumarasa Kitchen. Perjalanan tersebut dimulai pada 2020 melalui usaha bernama Roroti yang menawarkan kue ulang tahun, snack box, hingga hantaran.
Elvira mengatakan, ide tersebut muncul ketika aktivitas perkuliahan dilakukan secara daring selama pandemi. Kondisi itu mendorongnya untuk mencoba kegiatan baru dengan belajar memanggang secara mandiri.
“Saat itu waktu kuliah semua dilakukan secara online. Di situlah aku tertarik mencoba belajar memanggang, ternyata seseru itu. Setelah beberapa bulan mencoba dan merasa produknya oke, aku pun beraniin diri buat jualan,” ujarnya dalam talkshow Muda Kreatif, Minggu (16/8/2026).
Seiring berjalannya waktu, perjalanan usaha Elvira menghadapi tantangan. Pada 2024, penjualan produk kue mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut mendorongnya menerima masukan dari orang-orang terdekat untuk mencoba menjual makanan yang dapat dikonsumsi masyarakat lebih sering.
Dari masukan tersebut, Elvira mulai mengembangkan produk makanan gurih, salah satunya dimsum. Respons positif dari konsumen kemudian membuatnya menggabungkan berbagai produk dalam satu merek, yakni Rumarasa Kitchen.
Saat ini, Rumarasa Kitchen tidak hanya menawarkan dimsum, tetapi juga roti, kue, sandwich, snack box, hingga minuman hasil kolaborasi dengan rekannya.
| Baca juga: Allura Daily Spa Hadirkan Perawatan Lengkap |
Dalam menjalankan usaha, Elvira masih menangani sebagian besar proses secara mandiri, mulai dari produksi, promosi, pelayanan pelanggan hingga pengantaran pesanan. Untuk produk dimsum, ia mampu memproduksi sekitar 100 buah dalam satu kali produksi dengan frekuensi produksi sekitar dua kali dalam sepekan.
Perjalanan usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Elvira harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kenaikan harga bahan baku hingga keterbatasan tempat produksi. Meski demikian, ia mampu mempertahankan usahanya hingga sekitar enam tahun dan terus melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan pasar.
Menurut Elvira, salah satu kunci bertahan dalam dunia usaha adalah memiliki keberanian untuk menghadapi kegagalan dan mental yang kuat. Terlebih dalam bisnis makanan dan minuman atau food and beverage (F&B), proses belajar membutuhkan berbagai percobaan sebelum menemukan produk yang sesuai dengan pasar.
“Salah satu kunci bertahan dalam dunia usaha adalah berani mengalami kegagalan dan memiliki mental yang kuat. Kita harus berani gagal dulu, apalagi F&B, kita nggak bakalan langsung bisa jadi, harus ada trial and error dulu,” tuturnya.
Elvira juga mengingatkan calon pelaku usaha agar tidak hanya membuat dan menjual produk berdasarkan apa yang disukai secara pribadi. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami kebutuhan pasar serta terbuka terhadap kritik dan saran dari konsumen.
Baginya, kemampuan membaca selera konsumen menjadi salah satu hal penting agar usaha dapat terus berkembang dan bertahan di tengah perubahan kondisi pasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....