Putri Tasik Hadirkan Camilan Khas dengan Bumbu Tasikmalaya
- 13 Agt 2026 10:06 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Berawal dari kegemaran menyantap makaroni, Yani Nuraeni, seorang warga asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang telah menetap di Malang selama 14 tahun, berhasil mengembangkan usaha camilan rumahan bernama Putri Tasik.
Usaha yang dirintis sejak 2013 tersebut awalnya hanya memproduksi makaroni dan menitipkannya di sejumlah warung dengan harga Rp1.000 per bungkus. Berkat respons positif pelanggan serta promosi dari mulut ke mulut, usaha ini perlahan berkembang dan memiliki beragam produk camilan.
Nama Putri Tasik sendiri memiliki makna khusus bagi sang pemilik. Kata “Putri” dimaknai sebagai “wedok” atau anak perempuan, sedangkan Tasik merujuk pada daerah asalnya, Tasikmalaya.
“Putri itu artinya wedok, jadi namanya seorang anak perempuan dari Tasik,” ujar Yani dalam acara Jagongan UMKM, Rabu (12/8/2026).
Kini, Putri Tasik menawarkan sejumlah bentuk camilan, di antaranya makaroni pipa, spiral, dan kerang. Produk tersebut tersedia dalam empat pilihan rasa, yakni keju, barbeque, jagung manis, dan balado.
Dari berbagai varian yang tersedia, makaroni spiral menjadi salah satu produk yang paling diminati konsumen. Tingginya permintaan bahkan membuat pelanggan dapat membeli hingga dalam jumlah besar.
“Yang paling best seller ini spiral, sekali belanja saja bisa dua karung spiral,” katanya.
Produksi dilakukan setiap hari dari rumah dengan kapasitas mencapai sekitar 10 kilogram per hari. Meski harga sejumlah bahan baku terkadang mengalami kenaikan, pemilik berupaya mempertahankan harga jual produknya di kisaran Rp10 ribu per kemasan agar tetap terjangkau bagi konsumen.
Tak hanya menjual produk sendiri, Putri Tasik juga membuka peluang usaha bagi masyarakat yang ingin menjadi reseller. Reseller bahkan diberi kesempatan menjual kembali produk dengan menggunakan merek mereka sendiri.
Perkembangan usaha tersebut membuat produk Putri Tasik kini tidak hanya dikenal di Malang dan sekitarnya. Pemasarannya telah menjangkau sejumlah daerah, mulai dari Kediri, Bali, hingga Kalimantan.
Untuk menjamin keamanan dan kepercayaan konsumen, produk Putri Tasik juga telah mengantongi sertifikasi halal dan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Kisah Putri Tasik menunjukkan bahwa usaha rumahan dapat berkembang dari langkah sederhana. Berawal dari kegemaran menikmati makaroni dan menitipkan produk di warung, usaha tersebut kini mampu menjangkau pasar lintas daerah sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut berwirausaha. (Ira Azlina)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....