Persaingan Bisnis Kuliner Kian Ketat, Pelaku UMKM Dituntut Terus Berinovasi
- 22 Jul 2026 14:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Ketatnya persaingan bisnis kuliner mendorong pelaku UMKM di Kota Malang untuk terus berinovasi agar mampu bertahan. Selain menghadirkan produk yang berbeda, pelaku usaha juga dituntut memiliki strategi pemasaran yang adaptif di tengah perubahan perilaku konsumen.
Owner Dimsumnya Buna, Farrah, mengatakan inovasi menjadi kunci agar usaha kuliner tetap diminati. Menurutnya, pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan satu produk, tetapi perlu terus mengikuti kebutuhan pasar.
"Yang membedakan Dimsumnya Buna adalah kami memiliki ciri khas dimsum dengan kulit warna-warni yang menarik perhatian, terutama untuk anak-anak. Selain itu, kami terus mengembangkan variasi menu agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan tanpa meninggalkan identitas utama sebagai usaha kuliner berbasis dimsum," ujarnya dalam program Muda Kreatif Berjaringan RRI Pro 2 Malang. Rabu(22/07/2026).
Usaha yang dirintis pada 2023 tersebut berawal dari pengalaman Farrah membuat dimsum sendiri untuk anaknya yang sulit mengonsumsi protein. Berawal dari modal sekitar Rp200 ribu, Dimsumnya Buna kini berkembang dengan mempekerjakan empat orang dan melayani pemesanan untuk berbagai acara.
Di tengah perkembangan usaha, Farrah mengaku pernah mengalami penurunan penjualan. Kondisi itu justru mendorongnya untuk mengevaluasi strategi bisnis dengan mengikuti pelatihan kewirausahaan, memperbaiki manajemen usaha, hingga mempelajari tren pasar.
"Saat penjualan sempat menurun, saya memilih untuk belajar daripada menyerah. Saya mengikuti berbagai kelas bisnis, mengevaluasi strategi pemasaran, memperbaiki harga pokok penjualan, serta mempelajari bagaimana kompetitor mengembangkan usahanya," jelasnya.
Menurut Farrah, tantangan lain yang dihadapi pelaku usaha kuliner adalah fluktuasi harga bahan baku. Oleh karena itu, pengusaha harus mampu menyusun perhitungan biaya secara matang agar kualitas produk tetap terjaga tanpa mengganggu keberlangsungan usaha.
Ia juga mengajak pelaku UMKM, khususnya generasi muda, untuk tidak takut memulai usaha dari skala kecil.
"Saya memulai usaha ini hanya dengan modal sekitar Rp200 ribu untuk mencoba resep. Yang paling penting adalah terus belajar, berani berinovasi, menjaga kualitas produk, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan digital," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....