Berawal dari 5 Kamar, Restu Kos Kini Miliki Hampir 50 Kamar di Kota Malang

  • 21 Jul 2026 16:53 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kesabaran, konsistensi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi kunci keberhasilan Emi Widyawati Marsuti dalam membangun bisnis rumah kos di Kota Malang. Berawal dari hanya lima kamar pada tahun 2000, kini Restu Kos berkembang menjadi hampir 50 kamar dengan tingkat okupansi mencapai 85 hingga 90 persen.

Dalam program Beranda Asta Cita UMKM Bicara RRI Malang, Emi menceritakan bahwa usaha kos sebenarnya telah menjadi bagian dari hidupnya sejak lama. Saat masih menjadi mahasiswa perantauan di Malang, ia pernah bercita-cita memiliki rumah kos sendiri.

"Kalau saya kos, suatu saat saya ingin punya kos-kosan sendiri," kenangnya, Selasa (21/7/2026).

Sejak resmi menjadi warga Kota Malang pada 1991, Emi mulai mengelola kos keluarga. Sementara usaha kos miliknya sendiri baru dimulai pada tahun 2000 dengan lima kamar.

Tak disangka, seluruh kamar langsung diminati penyewa. Bahkan pada masa itu, mahasiswa rela berbagi kamar hingga dua sampai tiga orang karena tingginya kebutuhan tempat tinggal di sekitar kampus.

Perjalanan membesarkan usaha tidak selalu mudah. Harga properti yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri. Namun Emi mengaku terbantu oleh fasilitas pembiayaan dari perbankan.

Ia menyebut pinjaman pertama berasal dari Bank Jatim yang kemudian menjadi modal untuk menambah jumlah bangunan secara bertahap.

"Diawali dari lima kamar, kemudian bertambah menjadi 25, lalu 40 dan terus berkembang hingga sekarang hampir 50 kamar," ujarnya.

Saat ini Restu Kos memiliki dua lokasi utama, yakni di kawasan Bendungan Sutami serta Jalan Telogo Al-Kautsar, Telogomas, Kota Malang, tidak jauh dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Menurut Emi, pola kebutuhan penyewa kini jauh berbeda dibanding dua dekade lalu.

Jika dahulu mayoritas penghuni merupakan mahasiswa yang tinggal selama masa kuliah, kini banyak mahasiswa program magister maupun doktor yang mengikuti perkuliahan secara hybrid sehingga hanya datang saat ujian, seminar, disertasi, maupun wisuda.

Selain itu, banyak keluarga kecil maupun wisatawan yang membutuhkan penginapan singkat selama berada di Malang.

Melihat perubahan tersebut, Restu Kos menyediakan pilihan sewa harian, bulanan hingga tahunan.

Tarif sewa harian dibanderol mulai Rp50 ribu hingga Rp250 ribu per malam dengan fasilitas tempat tidur, lemari, dan perlengkapan dasar. Sementara sewa bulanan berkisar Rp400 ribu hingga Rp1,2 juta tergantung fasilitas yang dipilih.

"Kalau tahunan tentu ada potongan harga. Disesuaikan dengan kebutuhan penyewa," jelasnya.

Bagi Emi, menjadi ibu kos bukan hanya menyewakan kamar.

Ia menganggap seluruh penghuni sebagai amanah yang harus dijaga. Tak jarang dirinya menjadi tempat curhat mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi hingga persoalan pribadi.

"Ada yang menangis karena patah hati, ada yang sedang tidak punya uang. Orang tua juga sering menghubungi saya untuk memastikan kondisi anaknya," katanya.

Ia bahkan pernah membantu menggagalkan aksi penipuan yang mengatasnamakan penghuni kos. Saat seorang ibu menerima kabar palsu bahwa anaknya mengalami kecelakaan, Emi memastikan bahwa mahasiswa tersebut sebenarnya sedang mengikuti kuliah seperti biasa.

Untuk menjaga kenyamanan penghuni, Restu Kos menerapkan pengawasan melalui CCTV selama 24 jam serta aturan tertulis yang wajib disetujui penyewa dan orang tua.

Beberapa aturan tersebut di antaranya larangan membawa lawan jenis ke kamar, larangan mabuk, serta berbagai ketentuan yang menjaga ketertiban lingkungan.

Jika terjadi pelanggaran, pihak pengelola akan menghubungi orang tua penghuni.

Kini, setelah lebih dari dua dekade berkembang, Emi mengaku belum berencana menambah jumlah kamar lagi. Fokusnya adalah memaksimalkan pelayanan agar tingkat hunian tetap tinggi dan penghuni merasa nyaman hingga menyelesaikan studinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....