Tingkatkan Ekonomi Warga, DKP3 Probolinggo Beri Pelatihan Ternak Burung Puyuh

  • 29 Apr 2026 15:55 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo resmi meluncurkan program Budidaya Burung Puyuh yang diawali dengan pelatihan serta penyerahan bantuan sarana budidaya di Pendopo Praja Muria, Kecamatan Kedopok, Rabu (29/4/2026) siang.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber ahli nutrisi dan pakan ternak, Osfar Sofjan, guna memberikan pembekalan teknis kepada para peserta terkait pengelolaan peternakan puyuh yang baik, benar, dan efisien.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Probolinggo, Fitriawati mengatakan program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar memiliki alternatif pekerjaan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Program ini juga untuk memperkuat komunikasi antara dinas dan peternak, sekaligus menjadi upaya pengurangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan,” ujar Fitriawati.

Sebanyak 34 peserta mengikuti kegiatan tersebut, dengan 17 orang di antaranya menjadi penerima bantuan budidaya. Masing-masing penerima mendapatkan paket berupa kandang kapasitas 1.000 ekor burung puyuh, bibit puyuh siap telur, serta pakan konsentrat.

Menurut Fitriawati, bantuan diberikan dalam skala besar agar hasilnya lebih signifikan dan benar-benar mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

“Awalnya direncanakan 200 hingga 500 ekor, namun arahan Bapak Wali Kota langsung 1.000 ekor agar hasilnya lebih terlihat dan mampu meningkatkan ekonomi penerima,” jelasnya.

Program ini merupakan inisiatif Wali Kota Probolinggo yang dijadikan sebagai proyek percontohan di Kecamatan Kedopok. Jika berhasil, program serupa akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Probolinggo.

Berdasarkan analisa usaha, dengan harga telur sekitar Rp26 ribu per kilogram dan produksi mencapai 4.500 kilogram per tahun, usaha ini diproyeksikan mampu memberikan laba bersih sekitar Rp2 juta per bulan. Burung puyuh yang diberikan pun telah berusia 40 hari atau siap bertelur, sehingga dalam waktu sekitar dua minggu sudah dapat menghasilkan.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin menegaskan program ini merupakan proyek strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga desil 1 dan 2.

“Ini adalah pilot project yang akan kita pantau secara serius. Jika berhasil, bukan hanya menjadi contoh di Kota Probolinggo, tetapi juga bisa menjadi model nasional dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya manajemen keuangan dan kedisiplinan dalam perawatan ternak, mulai dari pemberian pakan, kebersihan kandang, hingga pencatatan produksi harian.

“Secara hitung-hitungan, dalam 5 sampai 6 bulan sudah bisa balik modal. Namun kunci keberhasilannya ada pada manajemen dan keseriusan peternaknya,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu penerima manfaat dari Kelurahan Jrebeng Wetan, Fadilah Arif Efendi mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia mengatakan perawatan burung puyuh membutuhkan ketelatenan, terutama dalam menjaga ketersediaan pakan, air, dan sirkulasi udara kandang.

“Kalau dibilang susah tidak, tapi juga butuh ketelatenan. Yang penting pakan jangan sampai habis, begitu juga air harus selalu tersedia,” katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....