Entrepreneur Hub Finance 2026 Digelar di Kota Batu

  • 11 Mar 2026 08:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Pemerintah Kota Batu bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI menggelar Entrepreneur Hub Finance 2026 di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 wirausaha dan pelaku UMKM terkurasi untuk memperluas akses pembiayaan serta memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah.

Wali Kota Batu, Nurochman, yang membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kota Batu sebagai tuan rumah. Menurutnya, kepercayaan itu tidak terlepas dari perkembangan ekosistem usaha dan investasi di Kota Batu yang menunjukkan kinerja positif.

Nurochman menyebut realisasi investasi Kota Batu pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp2,4 triliun atau 218 persen dari target Rp1,2 triliun. Capaian itu menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan tata kelola pembangunan daerah.

"Terima kasih atas komitmen yang kembali diberikan kepada Kota Batu sebagai kota pertama penyelenggaraan Entrepreneur Hub Finance. Hal ini lahir dari performa ekosistem usaha dan investasi daerah yang pada tahun 2025 mampu merealisasikan investasi hingga sekitar Rp2,4 triliun atau mencapai 218 persen dari target," ujar Nurochman.

Ia juga meminta pelaku usaha tidak ragu melapor jika menemui kendala dalam proses pembiayaan yang tidak sesuai ketentuan.

Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM RI, Ginda P. Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di daerah. Ia menilai Provinsi Jawa Timur, termasuk Kota Batu, memiliki potensi besar dalam pengembangan kewirausahaan nasional.

"Selain Surabaya, Kota Batu juga menjadi daerah dengan kualitas UMKM yang sangat baik. Bahkan beberapa pelaku usaha di Kota Batu telah mendapatkan pendampingan Hak Kekayaan Intelektual melalui program pemerintah. Kota Batu tetap konsisten menjadi salah satu pionir pembangunan UMKM di Jawa Timur maupun nasional," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran, mengingatkan pelaku usaha agar berhati-hati memilih produk pembiayaan dan layanan keuangan untuk menghindari risiko yang dapat menghambat usaha.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha semakin kuat dalam memperluas akses pembiayaan serta mendukung target peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada tahun 2029.

Rekomendasi Berita