UMKM Kriya Inovatif, Kokedama Kota Batu Ekspor ke Jepang
- 04 Mar 2026 12:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Produk kerajinan inovatif berupa tanaman hias dengan media sabut kelapa, atau yang dikenal sebagai kokedama, dari Kota Batu semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Tidak hanya sukses di pasar domestik, CV Bunga Melati melalui produk unggulannya, Creative Kokedama, telah berhasil mengamankan kontrak ekspor istimewa ke Jepang yang berlaku hingga tahun 2026.
Pencapaian gemilang ini menarik perhatian Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang UMKM, Ubaidillah Amin, untuk melakukan kunjungan langsung ke lokasi produksi CV Bunga Melati yang berada di Jalan Pattimura, Kota Batu.
CV Bunga Melati sendiri telah lama berkecimpung di dunia usaha. Berdiri sejak 1986, perusahaan ini memulai langkahnya dari bidang pembibitan dan tanaman hias, yang kemudian berinovasi menciptakan kokedama sebagai komoditas ekspor berdaya jual tinggi.
Dwi Lili Indayani, pemilik CV Bunga Melati, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan rekan bisnis di Jepang telah terjalin sejak awal 2023 dan diproyeksikan berlanjut hingga tiga tahun ke depan.
"Untuk memenuhi permintaan pasar Jepang, kami memastikan penggunaan rotan alami 100 persen tanpa campuran plastik. Mereka memiliki standar ketat terkait kelestarian lingkungan," jelasnya, Rabu 4 Maret 2026.
Lebih lanjut, Lili menyebutkan bahwa untuk konsumen dalam negeri, pihaknya menggunakan rotan sintetis yang lebih sesuai dengan selera lokal. "Perbedaan bahan baku ini adalah bagian dari strategi kami dalam menyesuaikan diri dengan karakteristik tiap pasar, sehingga produk kami makin diminati di kancah internasional," tambahnya.
Ubaidillah Amin, Staf Khusus Menteri Keuangan, memberikan apresiasi atas dedikasi CV Bunga Melati dalam menjaga mutu dan kesinambungan usaha. "Semoga pencapaian di Jepang ini menjadi awal untuk merambah negara lain. Inovasi tanpa henti diperlukan agar daya saing produk kita di pasar global semakin kokoh," ujarnya.
Dia juga mengimbau agar pelaku usaha memanfaatkan fasilitas permodalan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar. "Saya juga mengusulkan agar produk unggulan seperti Creative Kokedama bisa ditampilkan di pusat-pusat kreatif daerah sebagai etalase tetap, sehingga lebih mudah dijangkau oleh calon pembeli dan wisatawan," tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Malang, J. Pandores, menegaskan kesiapan institusinya dalam mendampingi UMKM melalui program Klinik Ekspor. Ia memastikan pendampingan berlangsung secara berkesinambungan agar para pengusaha mampu memenuhi persyaratan administrasi, kepabeanan, hingga regulasi di negara tujuan.
"Klinik Ekspor kami hadirkan sebagai tempat konsultasi. Kami akan mendampingi dari tahap awal hingga produk berhasil diekspor," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....