35 Tahun Berwirausaha, Ini Kunci UMKM Bertahan ala Emi Widyawati
- 21 Jul 2026 15:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Lebih dari tiga dekade menjalankan usaha membuat Emi Widyawati Marsuti memahami bahwa keberhasilan UMKM bukan hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kemampuan bertahan menghadapi berbagai perubahan.
Perempuan yang kini mengelola Restu Kos, Restu Sayur, dan Surya Chips tersebut telah berwirausaha sejak 1991.
Dalam dialog di RRI Malang, ia mengatakan perjalanan panjang itu penuh dinamika, mulai dari krisis ekonomi, perubahan pola pasar, hingga pandemi Covid-19.
"Siapapun dituntut untuk survive. Apa pun yang terjadi di luar, kalau kita mampu bertahan maka kita tetap bisa berdiri tegak," katanya, Selasa (21/7/2026).
Restu Sayur lahir pada 1994 berkat peluang yang ditemukannya di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang.
Kala itu banyak mahasiswa menanam komoditas baru sebagai bagian dari praktik kuliah, namun hasil panen sering kali ditinggalkan karena enggan memasarkannya.
Emi kemudian membeli hasil panen tersebut untuk dijual ke supermarket.
Produk seperti kentang merah, paprika, dan baby corn saat itu masih tergolong baru sehingga belum banyak dikenal pasar tradisional.
Seiring berkembangnya usaha, ia memperluas pasar hingga memasok hotel, katering, dan restoran.
Selain menjalankan usaha, Emi aktif dalam berbagai organisasi pemberdayaan UMKM.
Ia menjadi binaan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang serta memimpin komunitas UMKM "Mak Enak" yang beranggotakan pelaku usaha perempuan dari berbagai wilayah Malang Raya.
Di lingkungan organisasi Aisyiyah, Emi juga dipercaya menjadi Ketua Iswara atau Ikatan Saudagar dan Wirausaha Aisyiyah Kota Malang yang memiliki sekitar 250 anggota.
Menurutnya, jejaring menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas pasar sekaligus memperoleh berbagai peluang pengembangan usaha.
"Dengan berjejaring, kesempatan terbuka semakin luas. Kita bisa belajar, saling membantu dan berkembang bersama," ujarnya.
Emi menilai perubahan kondisi ekonomi tidak bisa dihindari.
Karena itu, pelaku UMKM harus terus membaca kebutuhan pasar dan berani melakukan inovasi.
Pengalaman menghadapi pandemi menjadi bukti bahwa usaha yang mampu beradaptasi akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.
Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
"Kalau kita bisa berdiri tegak, kita bisa berbuat untuk orang-orang terdekat kita, kemudian memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas," katanya.
Melalui perjalanan selama sekitar 35 tahun berwirausaha, Emi berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM, untuk terus mengembangkan usaha secara berkelanjutan meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....