Pengamat Ekonomi: Potensi PKL Kota Malang hingga Miliaran Rupiah

  • 23 Feb 2026 11:35 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Malang dinilai memiliki potensi ekonomi miliaran rupiah per hari sehingga membutuhkan penataan komprehensif agar tetap mendukung kerapian kota dan ekosistem pariwisata.

Pengamat Ekonomi Pariwisata, Dr. Aang Afandi, menyebut jumlah PKL di Kota Malang diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang.

“Jumlah tersebut perlu dipisahkan antara hari biasa dan momentum Ramadan yang biasanya meningkat,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Senin 23 Februari 2026, membahas tentang “Menata PKL, Menata Potensi Ekonomi”.

Ia menghitung jika rata-rata pendapatan PKL mencapai Rp300 ribu per hari, maka perputaran uang bisa menyentuh Rp1,8 miliar per hari.

“Bahkan angka tersebut berpotensi naik hingga Rp3 miliar sehingga tidak bisa dipandang sebagai sektor kecil,” ucapnya.

Menurutnya, aktivitas PKL memiliki dua sisi eksternalitas, yakni dampak positif berupa keterlibatan ribuan pelaku ekonomi dari hulu ke hilir serta dampak negatif seperti kemacetan dan kepadatan di jalan protokol.

Aang menjelaskan kontribusi sektor kuliner, termasuk PKL, dalam belanja wisatawan juga sangat besar.

“Bahkan, belanja kuliner disebut bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan biaya menginap wisatawan,” ujarnya.

Dosen Politeknik Negeri Malang ini menilai penataan PKL tidak bisa hanya dibebankan kepada Satpol PP, melainkan perlu keterlibatan lintas sektor seperti dinas perdagangan, koperasi dan UMKM, hingga dinas pekerjaan umum terkait tata ruang dan desain lokasi.

“Selain itu, penataan harus mencakup pembangunan fisik sekaligus penguatan sumber daya manusia, termasuk edukasi pelayanan dan penetapan harga yang wajar agar tidak merugikan konsumen,” ungkapnya.

Aang menegaskan pendekatan humanis dan regulasi yang konsisten menjadi kunci dalam menata PKL.

“Pemerintah diharapkan hadir bersama paguyuban pedagang untuk menciptakan solusi yang adil sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Kota Malang,” ujarnya. (Meuthia Adzkiya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....