Perjalanan UMKM Rehana Tembus Pasar Nasional
- 20 Feb 2026 13:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Perjalanan UMKM Rehana Melodi tak selalu mulus. Rehana mengaku memulai usahanya pada 2014 hanya dengan jahit tangan karena belum memiliki mesin jahit. Mesin pertama yang ia beli merupakan mesin bekas seharga Rp150 ribu.
Dengan ketekunan dan konsistensi, usahanya berkembang. Ia mulai aktif di komunitas pengrajin, mengikuti pelatihan, hingga tergabung dalam komunitas usaha daur ulang. Momentum pandemi justru menjadi titik balik ketika ia fokus mengolah limbah plastik dan kertas semen menjadi produk kreatif.
Rehana mengungkapkan, tantangan terbesar terletak pada proses pembentukan bahan mentah menjadi bahan baku siap pakai. Plastik harus melalui tahapan pemilahan, pelapisan, dan penyetrikaan dengan teknik khusus. Sementara kertas semen membutuhkan proses pelapisan tambahan agar tahan air dan tidak mudah rusak.
Berkat inovasinya, Rehana terpilih sebagai salah satu dari 20 UMKM Jawa Timur dalam ajang Apresiasi Kreasi Indonesia yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2023. Ia juga pernah menjadi binaan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan mengisi workshop di Jakarta.
Permintaan produk pun datang dari berbagai daerah, mulai dari Papua hingga Aceh. Bahkan, beberapa produknya dibeli wisatawan mancanegara dan dipasarkan ke luar negeri.
Meski demikian, Rehana mengakui masih menghadapi kendala pada tenaga kerja terampil dan ketersediaan bahan baku yang tidak selalu sama. Karena berbasis daur ulang, setiap produk bersifat unik dan tidak bisa diproduksi massal dengan hasil identik.
Ke depan, Rehana berharap usahanya terus berkembang dan mampu memberdayakan lebih banyak masyarakat sekitar. “Kami ingin tidak hanya membuat produk konsumtif, tapi juga produk edukatif yang berdampak pada kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (Azka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....