Kredit Perbankan di Malang Tembus Rp112,32 Triliun, Risiko Tetap Terjaga
- 17 Sep 2026 10:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus menunjukkan pertumbuhan hingga Juli 2026. Nilainya mencapai Rp112,32 triliun, tumbuh 3,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data OJK Malang, pada Juli 2025 penyaluran kredit masih berada di angka Rp108,39 triliun. Setahun kemudian, angka tersebut meningkat menjadi Rp112,32 triliun. Pertumbuhan secara bulanan juga tercatat 0,20 persen.
Kepala OJK Malang Farid Faletehan menyebut, dari sisi penggunaan, kredit modal kerja masih menjadi porsi terbesar dengan nilai Rp45,28 triliun atau sekitar 40,32 persen dari total kredit. Sementara kredit investasi menjadi jenis penggunaan dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 7,39 persen secara tahunan.
"Penyaluran kredit paling banyak mengalir ke sektor rumah tangga sebesar Rp32,89 triliun atau 29,28 persen. Berikutnya sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, sebesar Rp21,09 triliun atau 18,78 persen, " Kata Farid Rabu 16 September 2026.
Sementara sektor industri pengolahan menerima penyaluran kredit sebesar Rp20,55 triliun atau 18,30 persen. Komposisi tersebut menunjukkan penyaluran kredit masih menopang aktivitas ekonomi masyarakat, perdagangan, dan sektor produktif.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan juga tumbuh positif. Sampai 31 Juli 2026, DPK tercatat Rp108,09 triliun atau meningkat 3,87 persen secara tahunan.
Sementara itu, kualitas kredit masih menjadi perhatian OJK. Data Juli 2026 menunjukkan rasio kredit bermasalah atau NPL berada di level 3,37 persen, sedangkan Loan at Risk (LaR) tercatat 10,58 persen.
Farid Faletehan mengungkapkan pada periode sebelumnya kinerja intermediasi perbankan tetap stabil dengan profil risiko yang terjaga. Pernyataan tersebut disampaikan saat membahas perkembangan sektor perbankan wilayah kerja OJK Malang pada Maret 2026.
“Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga,” ucap Farid Faletehan
Secara keseluruhan, OJK Malang menyebut sektor jasa keuangan di wilayah kerjanya masih berada dalam kondisi stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....