Transaksi QRIS di Kota Malang Tembus 73 Persen, BI Sebut Jadi Gaya Hidup Masyarakat

  • 05 Mei 2026 15:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Penggunaan transaksi digital melalui QRIS di Kota Malang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Bahkan, kontribusi Kota Malang mendominasi transaksi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang.

Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi mengungkapkan, pada Maret 2026 total volume transaksi QRIS di wilayah BI Malang mencapai 28 juta transaksi. Dari jumlah tersebut, 20 juta transaksi berasal dari Kota Malang.

“Jika kami sampaikan, salah satu pencapaian yang luar biasa di Kota Malang, volumenya mencapai 28 juta transaksi. Dari jumlah tersebut, 20 juta transaksi terjadi di Kota Malang,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Angka tersebut menunjukkan kontribusi Kota Malang mencapai sekitar 73 persen dari total transaksi di wilayah kerja BI Malang yang mencakup tujuh kabupaten/kota.

Tak hanya dari sisi volume, pertumbuhan transaksi juga mengalami lonjakan signifikan. Dibandingkan Maret 2025, transaksi QRIS pada Maret 2026 tumbuh hingga 182 persen.

Sementara dari sisi nominal transaksi, total nilai di wilayah BI Malang mencapai Rp2,13 triliun. Dari jumlah tersebut, Kota Malang menyumbang Rp1,27 triliun atau sekitar 60 persen.

Indra menilai, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa sistem pembayaran nontunai sudah semakin diterima masyarakat. Bahkan, QRIS kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Dari data ini, kita bisa melihat bahwa arti penting pembayaran nontunai sudah mendarah daging dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kota Malang,” tegasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....