Kredit Malang Tumbuh, OJK Waspadai Penipuan Investasi

  • 08 Okt 2025 21:44 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang melaporkan kinerja positif sektor keuangan regional dengan pertumbuhan kredit mencapai 7,64% hingga Agustus 2025. Di sisi lain, otoritas juga mengingatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berkedok investasi yang masih meresahkan.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyatakan angka pertumbuhan kredit ini sejalan dengan pertumbuhan nasional. "Secara nasional pertumbuhannya 7,64 persen. Jadi pertumbuhan di wilayah OJK Malang relatifnya masih bagus," ucap Farid. Kamis (8/10/2025).

Tidak hanya pertumbuhan, kualitas kredit juga terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 2,85%, yang oleh Farid dinilai masih dalam batas aman dan stabil. "Masih di bawah 5 atau di bawah 3. Jadi itu untuk pertumbuhan kredit di wilayah kantor OJK Malang," tambahnya.

Komposisi kredit juga menunjukkan struktur yang sehat, didominasi oleh kredit produktif. Kredit modal kerja menempati porsi terbesar (41,6%), disusul investasi (26,6%), dan konsumsi (31,8%). "Konsumsi porsinya masih tidak terlalu besar ya, dibandingkan yang modal kerja maupun investasi yang hampir mencapai 70 persen," jelas Farid.

Namun,di balik optimisme tersebut, Farid menyoroti tingginya laporan masyarakat terkait penipuan investasi. Secara nasional, sekitar 11% dari total 1.780 laporan yang masuk ke OJK adalah mengenai penipuan. Di Malang, angkanya bahkan lebih tinggi, mencapai 13%.

"Kami menghimbau kepada masyarakat bahwa penipuan dengan berbagai cara itu masih banyak terjadi. Antara lain melalui Medsos, WA, atas nama perusahaan, kadang-kadang atas nama kandang pedagang," paparnya.

Farid menekankan prinsip "2L" Legal dan Logis –sebagai tameng bagi masyarakat. "Legal, pastikan yang menawarkan itu diawasi OJK. Logis, [keuntungan] harus wajar. Kalau dijanjikan keuntungan sekian, itu tidak mungkin. Investasi selalu ada potensi risikonya," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....