Stabilitas Perbankan di Malang Tetap Terjaga
- 24 Jul 2025 12:28 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Stabilitas sektor perbankan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dipastikan tetap terjaga hingga Mei 2025, meski perekonomian global tengah melambat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan aset perbankan sebesar 8,50 persen secara tahunan yang mencapai Rp175,57 triliun.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menjelaskan bahwa pertumbuhan aset terutama ditopang oleh Bank Umum Konvensional (BUK) yang meningkat Rp13,75 triliun.
“Sebagian besar aset BUK dan BUS terkonsentrasi di Kota Malang, sedangkan BPR dan BPRS banyak tersebar di Kabupaten Malang,” ujarnya, Kamis (24/7/2025)
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 3,75 persen secara yoy dengan total Rp101,16 triliun. Sementara penyaluran kredit meningkat 11,58 persen, dipicu oleh lonjakan kredit investasi (18,75 persen) dan kredit UMKM (3,76 persen).
Tingkat intermediasi yang semakin baik lanjutnya, ditandai dengan naiknya Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 7,44 persen. Namun demikian, rasio kredit bermasalah (NPL) juga sedikit meningkat dari 2,59 persen menjadi 2,83 persen yoy.
OJK Malang menyatakan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kondisi kredit bermasalah untuk menjaga kualitas portofolio bank. Pihaknya juga mendorong bank untuk tetap selektif dalam ekspansi kredit.
“Stabilitas perbankan di wilayah kerja kami menunjukkan optimisme yang kuat, terutama di tengah tantangan ekonomi global,” tegas Farid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....