Literasi Keuangan Diperlukan untuk Anak Sejak Dini
- 23 Jul 2025 19:22 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Pelatihan Training of Trainers (ToT) “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Malang menjadi pengalaman pertama bagi Kepala SDN Pandanrejo 2 Batu, Dewi Nugraheni.
Ia menilai pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya literasi keuangan sejak dini, terutama pemahaman terhadap makna mendalam di balik mata uang rupiah.
“Kami sebagai kepala sekolah bisa menyampaikan kembali ke guru, lalu diturunkan kepada anak-anak. Bahwa di balik rupiah, ada kedaulatan negara yang harus dihargai,” kata Dewi.
Menurutnya, anak-anak selama ini hanya mengenal uang sebatas alat tukar, tanpa memahami nilainya secara kontekstual.
Ia menegaskan, pelatihan seperti ini sangat diperlukan bagi dunia pendidikan. Terlebih, para pendidik kerap terlalu fokus pada pembelajaran akademik, padahal dalam kehidupan nyata, anak-anak akan bersentuhan langsung dengan pengelolaan keuangan dan penggunaan uang digital.
Dewi juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak sejak usia dini. Menurutnya, pengetahuan ini akan menjadi bekal jangka panjang yang membentuk kebiasaan positif anak-anak dalam mengatur uang di masa depan.
Namun, ia mengakui ada tantangan dalam memperkenalkan digitalisasi keuangan di tingkat sekolah dasar.
“Anak-anak SD kan belum boleh bawa HP, jadi mereka belum bisa praktik langsung menggunakan uang digital. Tapi minimal kami berikan ilmunya dulu,” jelasnya.
Meski demikian, Dewi menyebut guru dan tenaga pendidik sudah cukup akrab dengan pembayaran digital. Ia menyebut, penggunaan dompet digital di kalangan guru sudah umum, terutama untuk transaksi harian seperti di kantin sekolah.
Sebelumnya, pihak sekolah juga telah melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk mengenalkan sistem pembayaran digital di kantin sekolah. Ini menjadi langkah awal mendorong adaptasi digitalisasi di lingkungan pendidikan dasar, meski penggunaannya masih terbatas pada orang dewasa.
Kegiatan ToT ini dinilai Dewi sebagai momentum tepat untuk memperluas literasi keuangan di lingkungan sekolah. Ia berharap, materi yang diterima dari pelatihan ini dapat diteruskan secara masif kepada guru dan peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....