Pakar Jelaskan Standar IP untuk Keamanan Baterai Mobil Listrik

  • 24 Agt 2026 14:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Tren penggunaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia terus menunjukkanpeningkatan yang signifikan.

Kendati demikian, infrastruktur pendukung serta pemahaman masyarakatmengenai aspek keselamatan, khususnya perlindungan komponen baterai, masih menjadi sorotan utama ditengah tantangan geografis dan cuaca di Tanah Air.

Menanggapi hal tersebut, Wisnu Bramadi selaku Mazda Expert dari PT Mobilio Azymut Dante (DealerMazda) mengingatkan bahwa komponen paling vital sekaligus rentan pada kendaraan listrik adalah baterai.Pasalnya, baterai memiliki risiko tinggi apabila terpapar air, genangan banjir, maupun debu ekstrem di jalanan.

"Untuk memitigasi risiko tersebut, setiap produsen kendaraan listrik menyematkan teknologi proteksikhusus yang dikenal sebagai Ingress Protection atau disingkat IP," ujar Wisnu Bramadi, Senin 24 Agustus 2026 saat ditemui di ajang expo otomotif di Kota Malang.

Wisnu menjelaskan bahwa kode IP pada baterai mobil listrik umumnya terdiri dari dua digit angka penentu daya tahan Digit Pertama (Skala 1–6) menunjukkan tingkat ketahanan dan proteksi terhadap masuknya bendapadat, termasuk debu.

“Angka 6 merupakan standar tertinggi yang menjamin komponen kedap udara daripartikel debu halus,” katanya.

Digit Kedua (Skala 1–9) enunjukkan tingkat ketahanan terhadap cairan atau air, mulai dari tahancipratan ringan hingga tahan terhadap perendaman dalam durasi tertentu.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa standar tertinggi yang banyak diaplikasikan saat ini adalah IP69, dimana baterai dipastikan kedap terhadap debu serta mampu bertahan dari rendaman air dalam batas waktutertentu.

Kendati proteksi pabrikan sudah sangat mumpuni, Wisnu mengimbau para pengguna agar tetapbijak menyesuaikan medan jalan.

“Menggingat posisi baterai umumnya berada di bagian kolong kendaraan, pemilik mobil listrik disarankan menghindari jalur ekstrem atau genangan banjir parah, serta memilihkendaraan dengan ground clearance yang memadai jika sering melalui jalur off-road ringan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....