Harga Plastik Naik hingga 40 Persen, Pedagang Mulai Khawatir

  • 19 Apr 2026 07:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan para pedagang, termasuk pelaku usaha toko plastik di Kota Malang. Lonjakan harga yang terjadi sejak sebelum Lebaran hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha dan daya beli masyarakat.

Owner Tokoplastik Lancarjaya, Evi Desi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini berada di kisaran 30 hingga 40 persen. Kondisi ini cukup memberatkan, baik bagi pedagang maupun pembeli yang bergantung pada penggunaan plastik untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kenaikan harga plastik itu berkisar antara 30% sampai 40%. Contoh, dari plastik yang biasanya satu bungkus kita jual di angka Rp 9.000, saat ini sudah menyentuh di harga Rp 15.000,” jelasnya, Minggu (19/04/2026).

Meski harga mengalami kenaikan signifikan, permintaan dari masyarakat hingga saat ini belum menunjukkan penurunan. Namun, di sisi lain, banyak pembeli mulai mengeluhkan kondisi tersebut karena belum adanya alternatif pengganti plastik yang mudah diakses dan terjangkau.

“Untuk respon pembeli, saat ini pasti banyak sekali keluh kesah, karena belum ada juga alternatif pengganti plastik. Untuk permintaan dari masyarakat itu belum menunjukkan penurunan,” tambahnya.

Ia mengaku kekhawatiran terbesar saat ini adalah dampak lanjutan dari kenaikan harga plastik yang bisa memicu kenaikan harga barang lainnya. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi pola belanja masyarakat, yang kemudian berdampak pada penurunan omzet pedagang.

“Kita merasa khawatir, karena kalau hal ini terus terjadi, maka akan ada kenaikan lonjakan harga lainnya di luar plastik. Yang kita takutkan adalah efisiensi dalam pembelanjaan masyarakat, sehingga nanti akan mempengaruhi penjualan plastik kita dan mempengaruhi omset,” pungkasnya.

Para pelaku usaha berharap kondisi ini dapat segera stabil, agar roda perekonomian khususnya di sektor perdagangan plastik tetap berjalan normal dan tidak semakin membebani masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....