Halo RRI: Permintaan Naik, Harga Telur Berangsur Pulih
- 21 Jul 2026 12:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Harga telur ayam ras di tingkat peternak mulai menunjukkan tren positif setelah sempat anjlok hingga Rp16.000 per kilogram beberapa waktu lalu. Meningkatnya permintaan seiring beroperasinya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berakhirnya bulan Suro menjadi faktor utama yang mendorong pemulihan harga. Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), Rofi Yasifun, dalam program Halo RRI, Senin, 20 Juli 2026, merespon komentar pendengar mengenai fluktuasi harga telur ayam.
Rofi mengatakan, harga telur di tingkat kandang kini berada pada kisaran Rp22.500 hingga Rp23.000 per kilogram dan diperkirakan akan terus membaik mengikuti meningkatnya permintaan pasar.
"Alhamdulillah harga sudah mulai naik. Per hari kemarin di tingkat kandang berada di kisaran Rp22.500 sampai Rp23.000 per kilogram," ujarnya.
Ia menjelaskan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah bukan hanya menjadi patokan bagi peternak, tetapi juga berfungsi menjaga keseimbangan kepentingan produsen dan konsumen.
"Harga acuan pemerintah itu dibuat untuk melindungi dua pihak, yaitu peternak dan konsumen. Tetapi harga di lapangan tetap dipengaruhi mekanisme supply dan demand," katanya.
Menurut peternak ayam yang tinggal di Blitar Jawa Timur ini, penurunan harga sebelumnya dipicu melemahnya permintaan setelah Hari Raya Idulfitri dan memasuki bulan Suro, ketika aktivitas hajatan masyarakat relatif berkurang. Kondisi tersebut diperparah dengan berhentinya sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis selama masa libur sekolah.
Kini, memasuki bulan Safar, permintaan mulai meningkat karena masyarakat kembali menggelar berbagai acara, termasuk pernikahan.
"Setelah MBG berjalan lagi dan orang mulai banyak hajatan, permintaan telur meningkat sehingga harga mulai berangsur pulih," jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data pemerintah, Program Makan Bergizi Gratis menyerap sekitar 7 hingga 10 persen produksi telur nasional. Pemerintah juga telah mengimbau dapur penyedia MBG membeli telur langsung dari peternak menggunakan harga acuan sehingga mampu membantu menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
Meski harga mulai membaik, Rofi mengingatkan peternak masih menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya produksi, terutama harga jagung dan bahan baku pakan yang terus mengalami kenaikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....