Okupansi Hotel Kota Batu Tertekan Pelemahan Daya Beli
- 10 Jan 2026 05:22 WIB
- Malang
KBRN, Batu : Kinerja sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Batu sepanjang tahun 2025 mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024. Penurunan tersebut terjadi hampir merata dan dipicu melemahnya daya beli masyarakat.
Ketua DPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengungkapkan bahwa secara tahunan tingkat hunian hotel turun cukup tajam. Rata-rata penurunan berada di kisaran 20 hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika dilihat secara year on year, sepanjang 2025 memang terjadi penurunan yang cukup signifikan dibandingkan 2024. Rata-rata penurunannya sekitar 20 sampai 30 persen,” pungkasnya, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, karakter konsumsi jasa perhotelan membuat sektor ini sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi. Menginap di hotel, kata dia, umumnya bukan kebutuhan utama masyarakat, melainkan kebutuhan sekunder hingga tersier yang erat kaitannya dengan aktivitas wisata.
“Kecuali untuk kepentingan tertentu seperti perjalanan dinas yang mengharuskan menginap, sebagian besar tamu hotel datang untuk rekreasi. Ketika daya beli turun, belanja untuk kebutuhan semacam ini langsung dikurangi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penurunan daya beli juga tercermin pada sektor ritel sepanjang 2025. Konsumsi masyarakat di berbagai lini mengalami koreksi hingga puluhan persen, menandakan tekanan ekonomi yang cukup luas.
“Kondisi ini bukan hanya dirasakan hotel. Di sektor ritel juga terlihat jelas penurunan daya beli masyarakat dalam jumlah yang cukup besar,” ujarnya.
Sujud juga menyinggung data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menunjukkan adanya perlambatan penjualan mobil, meskipun penjualan sepeda motor justru mencatatkan tren kenaikan.
“Fenomena ini menguatkan bahwa masyarakat sedang menahan belanja besar. Mobil turun, motor naik. Artinya tekanan daya beli memang nyata,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....