Kepala Desa Sukolilo Dorong Pelestarian Budaya lewat Festival

  • 08 Sep 2026 11:48 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pemerintah Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, terus mendorong pelestarian budaya lokal melalui Festival Ngoyek Lontong Sukolilo yang digelar pada 6–7 September 2026 di depan Balai Desa Sukolilo. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya desa sekaligus menggerakkan perekonomian warga melalui pemberdayaan UMKM.

Kepala Desa Sukolilo, Joni Arifin, S.M., mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk mengarahkan masyarakat pada kegiatan yang lebih positif, edukatif, dan produktif. Menurutnya, pelestarian budaya lokal perlu terus dilakukan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

"Biasanya masyarakat disuguhi hiburan yang sifatnya hura-hura. Melalui kegiatan ini kami ingin mengalihkan perhatian masyarakat ke kegiatan yang membangun, seperti pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan melalui PKK, serta penguatan ketahanan pangan keluarga," ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Puluhan stand UMKM meramaikan Festival Ngoyek Lontong Sukolilo dengan menghadirkan aneka makanan tradisional dan produk unggulan desa sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. (Foto: RRI/Iyan Taufiq)

Joni menjelaskan, Festival Ngoyek Lontong sengaja dikemas dengan konsep budaya dan nostalgia masa lalu untuk mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap tradisi yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga desa. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengenang nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Menurutnya, pelestarian tradisi tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ia berharap festival serupa dapat terus dikembangkan dengan mengangkat berbagai potensi unggulan yang dimiliki Desa Sukolilo. Beberapa produk lokal yang dinilai memiliki peluang besar untuk dipromosikan antara lain rumput taman, kerajinan masyarakat, gula merah, grinting, hingga samiler.

"Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk mengenalkan potensi desa kepada masyarakat luas. Selain melestarikan budaya, festival juga bisa menjadi sarana promosi produk unggulan desa dan mendukung pengembangan wisata lokal," katanya.

Suasana Festival Ngoyek Lontong Sukolilo di depan Balai Desa Sukolilo. (Foto: RRI/Iyan Taufiq)

Festival Ngoyek Lontong Sukolilo menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Di antaranya pameran UMKM, pasar tempo doeloe, kuliner tradisional, permainan rakyat, hingga berbagai spot foto bernuansa masa lampau. Puluhan pelaku UMKM lokal turut meramaikan kegiatan dengan menawarkan berbagai produk dan makanan khas desa.

Ketua Panitia Festival Ngoyek Lontong Sukolilo, Rohmatullah, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kembali tradisi ngoyek lontong kepada generasi muda yang mulai asing dengan budaya lokal.

"Tujuan utama festival ini untuk mengenalkan kembali tradisi ngoyek lontong kepada anak-anak muda. Kami ingin budaya lama tetap berkembang dan tidak ditinggalkan oleh generasi sekarang," ujarnya.

Festival yang dipersiapkan selama sekitar satu bulan itu juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Menariknya, seluruh pembiayaan kegiatan didukung oleh para pelaku usaha di Desa Sukolilo tanpa membebani warga melalui iuran.

Kepala Desa Sukolilo, Joni Arifin, S.M berduet dengan penyanyi campursari, Silvy Kumala Sari dalam malam puncak perayaan Festival Ngoyek Lontong Sukolilo (06/09/2026). (Foto: Tangkapan Layar Youtube Desa Sukolilo Kecamatan Wajak)

Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya pengunjung yang memadati lokasi acara selama dua hari pelaksanaan. Puncak kegiatan berlangsung pada Senin (7/9/2026) malam dengan penampilan campursari yang menghadirkan penyanyi muda Silvy Kumala Sari sebagai bintang tamu utama.

Selain menjadi sarana hiburan, Festival Ngoyek Lontong Sukolilo diharapkan mampu memperkuat kebersamaan warga, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi desa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan UMKM dan sektor wisata berbasis budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....