BEN Carnival Kota Blitar Jadi Panggung Keberagaman Budaya Nusantara

  • 23 Agt 2026 08:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Blitar Ethnic National (BEN) Carnival ke-5 kembali digelar di Kota Blitar, Jawa Timur. Tahun ini, gelaran tahunan tersebut hadir dengan konsep berbeda karena untuk pertama kalinya dilaksanakan pada malam hari.

Mengusung konsep night carnival, BEN Carnival menyulap sejumlah ruas jalan di pusat Kota Blitar menjadi panggung terbuka bagi beragam kesenian dan budaya Nusantara.

Ribuan warga tampak antusias menyaksikan parade yang menampilkan sekitar 40 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari lembaga pendidikan, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga instansi lainnya di Kota Blitar.

Pertunjukan diawali dengan tari Barongan Kucingan yang menjadi salah satu kesenian khas Kota Blitar. Setelah itu, parade berlanjut dengan penampilan peserta yang membawa identitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai dari tarian tradisional, busana adat, hingga ikon daerah ditampilkan dalam parade tersebut. Keberagaman itu menjadi daya tarik utama BEN Carnival yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan BEN Carnival tahun ini sengaja dikemas berbeda untuk memberikan pengalaman baru kepada masyarakat.

"Ini merupakan pagelaran tahun kelima untuk BEN Carnival. Tahun ini kami coba tampilkan malam hari, dengan menonjolkan penampilan dengan konsep night carnival," katanya, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, sekitar 40 peserta yang tampil menjadi representasi keberagaman budaya dari 38 provinsi di Indonesia.

"Pagelaran Blitar Ethnic Carnival ini memang sengaja menyuguhkan adat dan budaya Nusantara. Sebenarnya kita kan mempunyai ribuan budaya Nusantara, tapi kami tampilkan 40 perwakilan dari 38 provinsi," jelasnya.

Tak hanya waktu pelaksanaan yang berbeda, penataan lokasi parade juga dibuat lebih ramah bagi penonton. Pembatas antara peserta dan penonton tidak lagi menggunakan pagar besi seperti sebelumnya.

Sebagai gantinya, panitia menggunakan sekat kayu berukuran rendah. Dengan konsep tersebut, penonton dinilai dapat menikmati penampilan peserta dengan pandangan yang lebih leluasa.

"Layout tahun ini sedikit berbeda, karena tidak lagi menggunakan pagar besi. Jadi penampilan peserta dapat dilihat dengan baik oleh penonton, hanya dibatasi dengan sekat kayu yang pendek," lanjutnya.

Lebih dari sekadar hiburan, BEN Carnival diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Melalui parade tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai bentuk kesenian dan identitas budaya yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara.

Mas Ibbin berharap BEN Carnival dapat terus digelar secara konsisten dan menjadi salah satu agenda budaya yang memperkuat identitas Kota Blitar.

"Harapannya Kota Blitar akan identitasnya lebih kuat sebagai kota budaya, sekaligus sebagai kota yang patut dikunjungi karena banyak hiburan yang terkait dengan kebudayaan dan keberagaman," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....