Ini Alasan Kesan Kolonial dalam Busana Khas Malang
- 13 Apr 2026 15:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Menanggapi pertanyaan publik terkait kesan kolonial yang melekat pada busana khas Kota Malang yang dilaunching saat HUT Kota Malang ke 122 tanggal 1 April 2026, tim perumus menjelaskan bahwa unsur tersebut diambil dari kajian sejarah perkembangan kota.
Anggota Tim Pengurus Busana Khas Malang, Agus Sunandar, menyampaikan bahwa Kota Malang memiliki jejak sejarah kolonial yang kuat, salah satunya terlihat dari arsitektur yang masih bertahan hingga saat ini.
“Dalam lintasan sejarah, masa kolonial memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan peradaban di Kota Malang, termasuk dalam hal budaya dan visual,” terang Agus dalam program Halo RRI RRI Malang pada Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan, konsep desain yang diangkat dalam busana tersebut adalah gaya “Indis”, yakni perpaduan antara unsur Eropa dan Jawa yang berkembang pada masa kolonial.
“Indis itu perpaduan gaya Eropa dan Jawa. Jadi kami mencoba memadukan unsur tersebut dengan nilai-nilai lokal yang ada di Malang,” jelasnya.
Menurut Agus, elemen seperti bentuk jas, kerah, hingga penggunaan aksesori seperti topi dan selempang diambil dari referensi busana pejabat pada masa lampau yang kemudian dikembangkan kembali dalam desain kekinian.
“Kami tidak semata-mata meniru, tetapi mengkaji dan mengadaptasi elemen tersebut agar relevan dengan kondisi sekarang, serta tetap memiliki sentuhan lokal,” kata Agus.
Pria yang juga merupakan fashion designer ini menegaskan, pengambilan unsur kolonial bukan untuk menghilangkan identitas lokal, melainkan sebagai bagian dari sejarah yang kemudian dipadukan dengan budaya Malang.
“Ini adalah upaya merajut kembali memori sejarah dan mengadaptasinya menjadi karya baru yang merepresentasikan Malang hari ini,” tegas Agus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....