FOMO dan Gaya Hidup Picu Anak Muda Terjebak Paylater
- 14 Agt 2026 21:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Fenomena penggunaan paylater di kalangan anak muda tidak selalu muncul karena kebutuhan mendesak. Dorongan untuk mengikuti tren, mendapatkan pengakuan dari lingkungan, hingga rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO) juga dapat menjadi pemicunya.
Hal tersebut dibahas dalam program Jaga Malam Mental Health RRI Pro 2 Malang, Jumat (14/8/2026) bersama mentor Castle Rock Indonesia, Hanung Mirza, S.Si. dan Renny Wahyu, S.Psi. Menurut Renny, keinginan untuk terlihat mampu di hadapan lingkungan dapat mendorong seseorang mengambil keputusan finansial yang sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuannya.
“Gaya hidup sih, Kak. Lebih tepatnya gaya hidup,” ujar Renny saat membahas alasan seseorang dapat terjebak dalam penggunaan paylater.
Ia menjelaskan, dorongan tersebut dapat muncul ketika seseorang ingin menunjukkan kepada teman-temannya bahwa dirinya mampu memiliki barang atau mengikuti gaya hidup tertentu, meski kondisi ekonominya belum mendukung.
Kemudahan akses paylater juga dinilai semakin memperbesar peluang anak muda untuk tergoda. Keputusan membeli barang dapat dilakukan dengan cepat, sementara konsekuensi pembayaran baru dirasakan kemudian.
Dari sisi psikologis, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pencarian validasi. Seseorang bisa terdorong membeli barang bukan karena benar-benar membutuhkan, melainkan karena ingin memiliki sesuatu yang sama dengan orang lain.
Renny mengingatkan bahwa pencarian validasi melalui gaya hidup tidak akan ada habisnya. Ketika standar kehidupan terus dinaikkan demi mendapatkan pengakuan, seseorang berisiko semakin sulit merasa cukup dengan kondisi yang dimilikinya.
Karena itu, kemampuan mengenali kebutuhan dan membedakannya dari keinginan menjadi penting agar kemudahan teknologi finansial tidak berubah menjadi jebakan utang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....