Pelestarian Seni Tradisi Jadi Napas Tong Tong Night Market 2026
- 03 Agt 2026 01:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Tong Tong Night Market (TTNM) 2026 tak hanya menjadi ajang wisata kuliner, tetapi juga ruang pelestarian seni dan budaya lokal. Beragam kesenian tradisional khas Malang tampil menghibur pengunjung sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda selama penyelenggaraan festival di The Shalimar Boutique Hotel Malang.
Sejak sore hingga malam, panggung Tong Tong Night Market dipenuhi penampilan berbagai sanggar seni yang menampilkan kekayaan budaya Malangan. Mulai dari tarian tradisional yang dibawakan Sanggar NDS Sanggarmoe dan Sanggar Sekar Budoyo, hingga pertunjukan Topeng Malangan dari Karimoen Art Center yang menjadi salah satu ikon budaya Kota Malang.
Suasana semakin semarak saat Sanggar Sekar Katelu menghadirkan pertunjukan Bantengan, seni pertunjukan rakyat yang memadukan tari, musik tradisional, dan atraksi khas. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari para pengunjung yang memadati area festival.
Tak hanya itu, kelompok musik Kroncarsong turut menutup rangkaian pertunjukan dengan membawakan lagu-lagu keroncong dalam aransemen yang lebih segar. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa musik tradisional tetap mampu beradaptasi dan dinikmati lintas generasi.
Ketua Panitia Tong Tong Night Market 2026, Kartika Chandra Hapsari mengatakan, festival sengaja menghadirkan ruang bagi sanggar seni untuk tampil agar kesenian tradisional tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan budaya populer.
"Tong Tong Night Market akan terus ikut serta dalam pelestarian budaya dan kesenian, khususnya di Kota Malang. Kami ingin festival ini menjadi ruang bagi para seniman dan sanggar untuk terus tampil, dikenal, dan diapresiasi oleh masyarakat," ujarnya kepada RRI, Minggu (2/8/2026).
Menurut perempuan yang akrab disapa Tika itu, festival budaya memiliki peran lebih dari sekadar hiburan. Kehadiran pertunjukan seni tradisional menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.
"Melalui festival ini, kami ingin mempertemukan masyarakat dengan kekayaan budaya lokal. Ketika seni tradisi terus ditampilkan dan dinikmati, maka peluang untuk melestarikannya juga akan semakin besar," katanya.
Mengusung tema "Harmoni Rasa, Cipta, dan Karya", Tong Tong Night Market 2026 memadukan pertunjukan seni, kuliner Nusantara, produk UMKM, dan aktivitas komunitas dalam satu ruang kolaborasi. Kehadiran berbagai sanggar seni menjadi bukti bahwa festival budaya dapat menjadi media efektif untuk menjaga eksistensi kesenian tradisional sekaligus membuka ruang apresiasi bagi para pelaku seni.
Melalui penyelenggaraan yang memasuki tahun ke-10 ini, Tong Tong Night Market diharapkan terus menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Kota Malang sebagai salah satu daerah yang kaya akan seni dan tradisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....