RRI Malang Gelar Ruwatan, Lestarikan Budaya Leluhur
- 09 Jul 2026 13:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Dalam rangka melestarikan budaya warisan leluhur sekaligus menyambut datangnya bulan Muharram, RRI Malang menggelar kegiatan Ruwatan Bersama RRI Malang dengan lakon Manik Moyo Jagat Ginelar, yang dipentaskan oleh Dalang Ki H. Joko Setiono, ST., M.MT., pada Minggu (5/7/2026).
Ruwatan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa. Kata ruwat berasal dari bahasa Jawa yang berarti membebaskan atau melepaskan seseorang dari kesialan, marabahaya, maupun pengaruh buruk. Dalam perkembangannya, ruwatan tidak hanya dimaknai sebagai ritual tolak bala, tetapi juga menjadi simbol penyucian diri, ungkapan rasa syukur, introspeksi, serta ikhtiar memohon keselamatan dan keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini umumnya diiringi pagelaran wayang kulit yang sarat akan nilai-nilai moral, filosofi kehidupan, dan ajaran tentang kebajikan.
Kepala RRI Malang, Diana Rusnawati, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ruwatan bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga menjadi sarana doa, harapan, dan ikhtiar bersama demi keselamatan serta keberkahan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Diana mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan tokoh budaya, seniman, pengrawit, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Jawa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya acara, termasuk dalang, peserta, dan panitia penyelenggara.
Menurut Diana, RRI Malang memiliki komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai media publik yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga dan memperkenalkan budaya bangsa kepada generasi muda.
"RRI Malang akan terus membersamai masyarakat untuk mengenalkan dan melestarikan budaya leluhur hingga kepada generasi muda," ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan ruwatan di bulan Muharram memiliki makna spiritual yang mendalam. Tradisi tersebut tidak hanya dipahami sebagai simbol tolak bala, tetapi juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi kehidupan yang lebih baik, keselamatan keluarga, serta kemajuan daerah.
Mengusung lakon "Manik Moyo Jagat Ginelar", pagelaran wayang kali ini menyampaikan pesan tentang pentingnya kebijaksanaan, keteguhan hati, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Lakon tersebut menjadi pengingat bahwa manusia hendaknya senantiasa menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
Melalui kegiatan ini, RRI Malang berharap nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan semangat gotong royong tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Selain menjadi ruang hiburan dan pelestarian seni pedalangan, ruwatan juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai budaya Indonesia.
Acara ditutup dengan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan membawa keselamatan, kesehatan, serta keberkahan bagi seluruh peserta dan masyarakat yang hadir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....