Pendopo Tulungo Jadi Bukti Soimah Jaga Tradisi Jawa

  • 12 Mei 2026 13:39 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pernikahan putra pertama Soimah Pancawati, Aksa Uyun, dengan Yosika Ayumi tak hanya menarik perhatian karena kemegahan prosesi adat Jawa, tetapi juga pemilihan lokasi acara yang sarat nilai budaya. Ngunduh mantu yang digelar di Pendopo Tulungo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi sorotan karena tempat tersebut dinilai merepresentasikan upaya pelestarian budaya Jawa di tengah tren pesta modern.

Pendopo Tulungo berada di kawasan Bantul dan selama ini dikenal sebagai pendopo pribadi milik Soimah yang kerap digunakan untuk kegiatan seni dan budaya. Nama “Tulungo” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “menolong”, mencerminkan harapan agar tempat itu bisa membawa manfaat bagi banyak orang sekaligus menjadi ruang berkumpul dan berbagi budaya.

Pemilihan Pendopo Tulungo sebagai lokasi pernikahan dinilai bukan sekadar keputusan pribadi keluarga, tetapi juga bentuk konsistensi Soimah dalam menjaga tradisi Jawa tetap dekat dengan generasi muda. Hal itu terlihat dari konsep acara yang mempertahankan prosesi adat lengkap, mulai dari busana pengantin, iringan gamelan, hingga penampilan tari tradisional.

Di tengah maraknya konsep pernikahan modern dan internasional, prosesi yang digelar Soimah justru memperlihatkan bahwa budaya lokal masih memiliki tempat dan daya tarik kuat di masyarakat. Kehadiran berbagai elemen budaya Jawa dalam acara tersebut bahkan ramai diperbincangkan di media sosial karena dianggap memberi inspirasi pelestarian tradisi.

Arsitektur Pendopo Tulungo sendiri mengusung konsep joglo dengan ruang terbuka luas yang dalam filosofi Jawa melambangkan keterbukaan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tamu. Pendopo juga menjadi simbol ruang musyawarah dan tempat menyatukan keluarga maupun masyarakat.

Melalui pernikahan putranya, Soimah seolah ingin menegaskan bahwa adat bukan sekadar pelengkap acara, melainkan identitas budaya yang tetap relevan di era modern. Pendopo Tulungo pun kini bukan hanya dikenal sebagai lokasi acara keluarga, tetapi juga simbol bagaimana budaya Jawa dapat terus hidup melalui ruang-ruang personal yang dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....