Sakral dan Kental Adat, Wiji Dadi Aksa-Yosika Jadi Sorotan

  • 12 Mei 2026 13:13 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Prosesi wiji dadi menjadi salah satu momen sakral dalam rangkaian ngunduh mantu Aksa Uyun Dananjaya dan Yosika Ayumi di Pendopo Tulungo, Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026). Aksa Uyun Dananjaya, putra sulung seniman Soimah Pancawati, resmi mempersunting Yosika Ayumi dalam balutan adat Jawa yang kental dan penuh makna budaya.

Dalam prosesi tersebut, Aksa selaku manten kakung menjalani ritual injak telor sebagai bagian dari tradisi wiji dadi. Setelah telur diinjak, kaki pengantin pria kemudian dibersihkan oleh Yosika Ayumi menggunakan air bunga. Tradisi ini menjadi simbol harapan agar pasangan pengantin mampu membangun rumah tangga harmonis dan dikaruniai keturunan.

Secara filosofi, kata “wiji” berarti benih, sedangkan “dadi” bermakna menjadi. Ritual injak telor melambangkan kesiapan suami menjalankan peran sebagai kepala keluarga. Sementara prosesi membasuh kaki pengantin pria oleh pengantin wanita dimaknai sebagai bentuk penghormatan, kesetiaan, serta doa agar kehidupan rumah tangga dijalani dengan saling menghargai dan penuh tanggung jawab.

Nuansa adat Jawa semakin terasa melalui iringan gamelan, busana tradisional, serta jalannya prosesi yang berlangsung khidmat di hadapan keluarga dan tamu undangan. Momen sakral tersebut juga menarik perhatian publik setelah dibagikan melalui kanal YouTube SOIMAH dan mendapat beragam apresiasi dari masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....