Disdikbud: Busana Ikon Malang Dipastikan Final
- 14 Apr 2026 16:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pemerintah Kota Malang memastikan desain busana ikon daerah yang sempat menuai polemik telah melalui kajian komprehensif dan kini bersifat final.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana mengatakan, penyusunan desain melibatkan berbagai pihak, mulai dari sejarawan, desainer, hingga Dewan Kesenian. Mereka mengkaji unsur sejarah, budaya, hingga estetika sebelum desain disepakati.
“Semua sudah dipertimbangkan. Dari sejarah, desain, sampai budaya,” kata Suwarjana, Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan, unsur kolonial turut diangkat dalam desain tersebut sebagai bagian dari sejarah Kota Malang. Representasi itu tampak dari pemilihan busana hingga aksesoris, termasuk penggunaan sepatu yang mencerminkan era kolonial Belanda.
Meski demikian, unsur lokal tetap dipertahankan dalam desain. Beberapa elemen khas daerah disebut tidak ditinggalkan dan telah melalui proses diskusi publik untuk menampung masukan masyarakat.
Suwarjana menilai perdebatan yang muncul merupakan hal wajar dalam ruang publik. Ia menyebut dinamika tersebut sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan.
“Dinamika itu biasa. Nanti kita tunggu saja,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa desain busana tersebut meniru daerah lain. Menurutnya, konsep yang diusung bersifat orisinal dan disusun berdasarkan identitas Kota Malang.
Pemerintah Kota Malang kini memilih menunggu respons lanjutan masyarakat, termasuk rencana aksi penolakan yang sempat mencuat. Namun, Suwarjana menegaskan desain tersebut telah disetujui pimpinan dan siap digunakan sebagai ikon daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....