Lestarikan Budaya, Warga Rawat Sumber Air

  • 13 Apr 2026 09:29 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Pelestarian sumber mata air di Desa Bulukerto, Kota Batu, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan lingkungan, tetapi juga budaya. Lembaga adat desa berperan aktif menjaga sumber air melalui tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Salah satu yang masih dijaga adalah keberadaan Sumber Belik Sumo, sumber air kuno yang menjadi bagian penting kehidupan warga. Hingga kini, tradisi metri atau selamatan sumber masih rutin dilakukan setiap tahun.

Tokoh lembaga adat Bulukerto, Ariyono, menjelaskan bahwa sumber tersebut dulunya menjadi satu-satunya akses air warga. “Dulu warga antre hingga 20 orang untuk mengambil air di Sumber Belik Sumo,” ujarnya.

Meski kini jaringan air bersih sudah masuk ke rumah warga, nilai sakral sumber air tetap dijaga. Warga masih menggunakan air dari sumber tersebut untuk keperluan ritual tertentu.

Selain itu, masyarakat juga masih memegang teguh aturan adat, termasuk larangan bagi ibu dalam masa nifas untuk mendatangi sumber air.

Pelestarian budaya juga dilakukan melalui pengetahuan pranata mangsa, yaitu membaca tanda-tanda alam dalam pertanian. Pengetahuan ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

“Pengetahuan ini perlu dilestarikan, jangan ditinggalkan,” kata Suhermawan.

Ke depan, warga juga akan menggelar Festival Mata Air di Umbul Gemulo pada 19 dan 23 April 2026. Kegiatan ini meliputi bersih sumber, selamatan, hingga diskusi ekologi.

Melalui perpaduan pendekatan budaya dan konservasi lingkungan, masyarakat berharap sumber air tetap lestari sekaligus mencegah bencana di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....