Modernitas Media dan Tantangan Budaya di Era Digital
- 02 Apr 2026 14:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Modernitas media menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang dalam menjaga eksistensi budaya di tengah perkembangan teknologi digital. Tema tersebut dibahas dalam program Obrolan Budaya yang disiarkan langsung dari Studio 1 RRI Malang pada Kamis (2/4/2026) dengan mengangkat topik “Inspirasi Budaya Global yang Beradab di Modernitas Media.”
Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Agung Suprojo selaku Dekan FISIP UNITRI dan pemerhati budaya, Eny Priyantuti, S.Pd Ketua Sanggar Seni Campursari Doso Manunggal Kota Malang, serta Ki Eko Saputro Ketua PEPADI Kota Batu. Ketiganya membahas bagaimana budaya lokal dapat tetap eksis sekaligus memberi inspirasi di tengah arus globalisasi dan perkembangan media digital.
Dr. Agung Suprojo menilai bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan ruang luas bagi masyarakat untuk mengekspresikan budaya. Namun, kebebasan tersebut juga perlu diimbangi dengan kesadaran etika agar nilai budaya tidak tergerus oleh konten negatif di ruang digital.
“Perkembangan digital memberi peluang besar untuk memperkenalkan budaya, tetapi tanpa penguatan sikap beretika, ruang media dapat dipenuhi konten yang menjauh dari nilai budaya itu sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Eny Priyantuti menegaskan bahwa pelaku seni harus mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda. Menurutnya, media sosial dapat menjadi ruang kreatif untuk menampilkan karya seni tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas budaya.
“Seni tradisional perlu mengikuti perkembangan zaman, tetapi nilai dan marwah budayanya tetap harus dijaga,” katanya.
Ki Eko Saputro juga menyoroti pentingnya inovasi dalam mempertahankan eksistensi seni pewayangan di tengah perubahan generasi. Ia menyampaikan bahwa pertunjukan wayang memiliki banyak nilai moral yang masih relevan untuk kehidupan masa kini.
“Wayang bukan hanya hiburan, tetapi juga sarat pesan moral dan filosofi hidup yang dapat menjadi pedoman bagi generasi muda,” jelasnya.
Melalui dialog tersebut, para narasumber sepakat bahwa pemanfaatan media digital secara bijak dapat menjadi sarana memperkuat eksistensi budaya lokal di tingkat global. Sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku seni, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi justru menjadi ruang baru bagi penguatan identitas budaya bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....