Penataan Motif Batik Penting sebelum Kain Dijahit

  • 09 Mar 2026 09:31 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID – MALANG: Penataan motif batik menjadi hal penting yang sering kali luput diperhatikan ketika kain sudah dibeli kemudian dijahit. Tanpa perencanaan matang, posisi motif pada pakaian bisa terlihat kurang seimbang sehingga keindahan desain batik tidak tampil maksimal.

"Beberapa pengrajin batik bahkan sering merasa kecewa ketika kain yang sudah dirancang dengan motif tertentu dijahit tanpa mempertimbangkan penempatan. Hal tersebut dapat membuat motif yang sebenarnya indah justru terlihat kurang tepat ketika sudah menjadi pakaian. Motif batik sering dirancang dengan komposisi tertentu agar terlihat menarik ketika berada pada posisi tertentu di pakaian. Misalnya, motif kecil yang lebih cocok ditempatkan pada bagian dada atau bagian bawah agar tampilan busana terlihat lebih seimbang," ungkap Fikrah Ryanda - Owner Hamparan Rintik, Senin (09/03/2026).

Namun dalam praktiknya, posisi motif kadang terbalik atau tidak sesuai dengan konsep awal ketika kain dijahit oleh penjahit. Hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi antara pembuat kain, pembeli, dan penjahit mengenai desain yang diinginkan.

"Kesalahan penempatan motif juga sering terjadi pada bagian depan dan belakang pakaian yang seharusnya memiliki komposisi berbeda. Motif yang semula dirancang untuk punggung kadang justru ditempatkan pada bagian depan sehingga tampilannya kurang sesuai. Situasi tersebut sangat disayangkan karena proses pembuatan batik sendiri membutuhkan waktu dan tahapan yang cukup rumit. Mulai dari proses pencelupan hingga pengolahan motif membutuhkan ketelitian tinggi dari para pengrajin batik," ujarnya.

Karena itu, pengrajin biasanya menyarankan pelanggan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum kain dipotong atau dijahit menjadi pakaian. Konsultasi ini bertujuan agar motif batik dapat ditempatkan sesuai desain busana yang akan dibuat.

Dalam beberapa kasus, pelanggan hanya membeli satu hingga dua potong kain tetapi ingin digunakan untuk pakaian seragam keluarga. Oleh sebab itu, pengrajin perlu mengetahui rencana penggunaan kain agar penataan motif dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Pengrajin biasanya menanyakan secara detail berapa jumlah pakaian yang akan dibuat serta siapa saja yang akan mengenakannya. Dengan cara tersebut, motif batik dapat ditata lebih rapi sehingga setiap anggota keluarga tetap mendapatkan bagian motif yang menarik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....