Wastra Printing Dinilai Tetap Bantu Kenalkan Budaya Indonesia

  • 17 Mei 2026 23:19 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Wastra merupakan kain tradisional khas Indonesia yang memiliki nilai budaya dan sejarah di setiap motifnya. Beragam jenis wastra seperti batik, tenun, hingga songket tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi di berbagai daerah di Indonesia.

Namun saat ini, penggunaan wastra asli dan wastra printing masih kerap menjadi perdebatan di kalangan pecinta fashion maupun pemerhati budaya. Sebagian masyarakat menilai wastra asli memiliki nilai lebih karena dibuat melalui proses tradisional seperti membatik dan menenun secara langsung oleh para pengrajin.

Selain memiliki kualitas dan karakteristik khas, penggunaan wastra asli juga dianggap mampu membantu menjaga keberlangsungan pengrajin lokal sekaligus melestarikan budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun.

Di sisi lain, perkembangan industri fashion membuat wastra printing mulai banyak digunakan karena dinilai lebih praktis, cepat diproduksi, dan memiliki harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Fashion Designer, John Cataleya, menilai penggunaan wastra printing bukanlah hal yang salah selama tetap menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat.

“Sah-sah aja mereka pakai wastra printing. Tapi alangkah baiknya nanti kalau ada rejeki lebih, bisa beli yang asli biar bisa turut melestarikan pengrajin-pengrajin,” ujarnya, Minggu (11/05/2026).

Menurut John, wastra printing dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mulai mengenal dan mencintai budaya lokal. Terlebih, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membeli wastra asli yang umumnya dijual dengan harga lebih tinggi karena proses pembuatannya membutuhkan waktu dan keterampilan khusus.

Ia menilai pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara yang besar atau mahal. Menggunakan wastra printing juga bisa menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia selama masyarakat tetap memiliki kesadaran untuk mendukung karya pengrajin lokal.

“Melestarikan budaya bisa dimulai dari hal sederhana sesuai kemampuan kita. Yang penting tetap ada rasa bangga memakai wastra Indonesia,” katanya.

John berharap masyarakat tidak lagi memandang penggunaan wastra printing dan wastra asli sebagai sebuah persaingan. Menurutnya, keduanya dapat berjalan berdampingan selama tujuan utamanya tetap untuk memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan budaya wastra Indonesia di tengah perkembangan tren fashion modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....