Menghidupkan Rasa Syukur Membuat Hati Tenang dalam Menjalani Kehidupan

  • 15 Sep 2026 14:41 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Rasa syukur menjadi salah satu sikap penting yang perlu terus ditumbuhkan dalam kehidupan. Dengan bersyukur, seseorang dapat belajar menghargai berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, baik dalam keadaan lapang maupun ketika menghadapi berbagai tantangan.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Fahrurozi Suhastra, M.H. dalam acara Cahyaning Ati RRI Malang, Selasa (15/9/2026) dengan mengangkat tema “Menghidupkan Rasa Syukur dalam Diri” yang membahas pentingnya menghadirkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, rasa syukur tidak hanya muncul ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Syukur juga perlu dilakukan terhadap berbagai hal sederhana yang sering kali dianggap biasa, seperti kesehatan, keluarga, kesempatan belajar, pekerjaan, serta waktu yang masih diberikan untuk menjalani kehidupan.

“Rasa syukur perlu kita hidupkan dalam diri, bukan hanya ketika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, tetapi juga dengan menyadari berbagai nikmat yang setiap hari diberikan Allah SWT,” ujarnya.

Fahrurozi menjelaskan bahwa manusia terkadang lebih mudah melihat kekurangan dibandingkan nikmat yang telah dimiliki. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang terus merasa kurang meskipun sebenarnya telah mendapatkan banyak hal yang patut disyukuri.

Ia mengatakan bahwa salah satu cara menghidupkan rasa syukur adalah dengan membiasakan diri menyadari dan menghargai hal-hal positif yang ada dalam kehidupan. Kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang melihat kehidupan dengan sudut pandang yang lebih baik.

Selain melalui ucapan, rasa syukur juga dapat diwujudkan melalui perbuatan. Menggunakan nikmat dengan baik, membantu orang lain, menjaga kesehatan, serta memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat menjadi contoh bagaimana rasa syukur dapat diterapkan dalam kehidupan.

Menurutnya, rasa syukur juga dapat membantu seseorang menghadapi keadaan yang tidak sesuai harapan. Ketika menghadapi kesulitan, seseorang tetap dapat mengambil pelajaran dan melihat sisi positif dari pengalaman tersebut tanpa mengabaikan usaha untuk memperbaiki keadaan.

Melalui kajian tersebut, Fahrurozi mengajak pendengar untuk tidak menunggu mendapatkan sesuatu yang besar untuk bersyukur. Kesadaran terhadap nikmat-nikmat sederhana yang hadir setiap hari diharapkan dapat membuat seseorang lebih tenang, menghargai kehidupan, dan semakin dekat kepada Allah SWT. (Belgistaniko)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....