Melalui Video Kreatif, Aizahra Dorong Masyarakat Berani Bantu Korban Pelecehan
- 11 Sep 2026 15:40 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pelecehan seksual tidak hanya menjadi persoalan antara korban dan pelaku. Orang-orang di sekitar juga memiliki peran penting dalam membantu korban sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Pesan tersebut diangkat Aizahra Heri Putri Permata bersama tim Dirliham melalui video kreatif berjudul “Aku Tidak Sendiri”. Karya tersebut berhasil meraih juara pertama dalam BK Impact Festival 2026 dan menjadi salah satu materi yang dibahas dalam talkshow di Pro2 RRI Malang, Rabu (9/9/2026).
Aizahra menjelaskan, video tersebut menggambarkan seorang korban pelecehan seksual yang mengalami kesulitan untuk menceritakan kejadian yang dialaminya. Dalam kondisi tersebut, keberadaan orang-orang di sekitar yang mampu memberikan bantuan dan dukungan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan korban.
Salah satu pesan yang disampaikan dalam video tersebut adalah penerapan konsep 5D, yakni lima tindakan yang dapat dilakukan ketika seseorang menyaksikan atau mengetahui adanya pelecehan seksual.
Konsep tersebut meliputi Distract dengan mengalihkan perhatian pelaku, Direct dengan menegur pelaku, Delegate dengan meminta bantuan kepada pihak lain, Document dengan mendokumentasikan kejadian, serta Delay dengan memberikan dukungan kepada korban setelah kejadian berlangsung.
Menurut Aizahra, masyarakat terkadang masih merasa bingung mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika menyaksikan pelecehan seksual. Di sisi lain, korban juga dapat mengalami ketakutan untuk berbicara, terlebih ketika tidak memiliki bukti atas kejadian yang dialaminya.
Karena itu, keberanian orang-orang di sekitar untuk memberikan bantuan dinilai menjadi hal penting. Bantuan tersebut tidak harus selalu dilakukan dengan tindakan besar, tetapi dapat dimulai dengan memastikan korban berada di tempat yang aman dan mendapatkan dukungan.
Aizahra juga menyoroti sejumlah tindakan yang masih kerap dianggap sebagai candaan, seperti cat calling maupun menyentuh tubuh seseorang tanpa persetujuan. Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan berani menegur ketika melihat tindakan yang tidak pantas.
Ia menilai keberanian korban untuk berbicara mengenai pengalaman yang dialaminya merupakan langkah positif. Masyarakat juga diharapkan tidak mengabaikan kasus pelecehan seksual dan bersama-sama memahami cara yang tepat untuk menghadapi serta memberikan dukungan kepada korban.
“Selama kita merasa tidak nyaman, risih, bisa langsung saja ngomong langsung, mungkin ke orang terdekatnya terlebih dahulu biar merasa aman,” ujar Aizahra.
Melalui video kampanye “Aku Tidak Sendiri”, Aizahra berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa membantu korban pelecehan seksual dapat dimulai dari keberanian untuk bertindak.
Memberikan dukungan, mengalihkan perhatian pelaku, meminta bantuan, hingga membantu korban menuju tempat yang aman dapat menjadi langkah sederhana yang berdampak penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....