Birrul Walidain Bukan Sekadar Uang, Ini Bentuk Bakti kepada Orang Tua
- 06 Sep 2026 13:15 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Berbakti kepada kedua orang tua atau Birrul Walidain merupakan salah satu bentuk kebaikan yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Berbakti tidak hanya diwujudkan melalui pemberian materi, tetapi juga melalui perhatian, perawatan, komunikasi, doa, serta sikap yang baik kepada orang tua.
Ustazah Hajah Dr. Rukmini Amar, M.AP., dalam Tausyiah Mutiara Pagi, menjelaskan bahwa istilah Birrul Walidain berasal dari ajaran Rasulullah SAW. Makna birr sendiri menggambarkan kebaikan secara menyeluruh, sehingga berbuat baik kepada orang tua tidak boleh dilakukan setengah-setengah.
Menurutnya, Birrul Walidain bahkan disebut Rasulullah SAW sebagai salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT. Hal itu disampaikan ketika Abdullah bin Mas'ud bertanya kepada Rasulullah mengenai amalan yang paling utama.
“Amalan yang paling utama adalah salat tepat pada waktunya. Kemudian aku bertanya lagi, apalagi ya Rasul? Beliau menjawab, Birrul Walidain,” ujar Ustazah Rukmini, Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan, posisi berbakti kepada orang tua menjadi semakin penting karena perintah tersebut berjalan beriringan dengan perintah untuk beribadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an Surah Al-Isra ayat 23, umat Islam diperintahkan untuk tidak menyekutukan Allah sekaligus berbuat baik kepada kedua orang tua.
Ustazah Rukmini juga mengingatkan bahwa bentuk kebaikan kepada orang tua tidak boleh hanya diukur dari kemampuan finansial. Anak yang belum mampu memberikan uang tetap dapat berbakti dengan memberikan tenaga, merawat orang tua ketika sakit, menemani, memperhatikan kebutuhan mereka, dan mendoakannya.
“Membantu lewat tenaga, merawatnya itu lebih besar sebenarnya. Karena manusia sering kali melihat uang yang lebih kelihatan,” ucapnya.
Karena itu, anak yang tinggal jauh dari orang tua akibat pekerjaan tetap memiliki banyak cara untuk menjalankan Birrul Walidain. Kemajuan teknologi memungkinkan anak tetap berkomunikasi melalui telepon atau pesan singkat, sekadar menanyakan kesehatan, kebutuhan obat, makanan, maupun kondisi orang tua.
“Jangan sampai dilupakan. Kalau mau tidur atau mau berangkat, yang dihubungi pertama kali itu orang tua,” ungkapnya.
Selain perhatian, anak juga dianjurkan memberikan sesuatu yang dapat menyenangkan hati orang tua ketika memiliki rezeki. Tidak harus berupa barang mahal, tetapi dapat berupa makanan kesukaan, kebutuhan sehari-hari, atau sesuatu yang memang sedang dibutuhkan.
Ustazah Rukmini menegaskan, berbakti juga berarti menjaga ucapan. Kekerasan terhadap orang tua tidak selalu berbentuk tindakan fisik, tetapi dapat muncul melalui perkataan yang menyakitkan, nada bicara, maupun sikap ketika terjadi perbedaan pendapat.
Ia menyarankan anak tidak langsung melawan ketika memiliki pandangan berbeda dengan orang tua. Komunikasi harus dilakukan secara halus agar pendapat dapat disampaikan tanpa menyinggung atau mempermalukan orang tua.
“Kalau sudah terlanjur, ya minta maaf. Jangan ada gengsi untuk meminta maaf hanya karena merasa dirinya benar,” ujarnya.
Lebih jauh, ajaran Islam juga memberikan panduan ketika orang tua berbeda keyakinan dengan anak. Anak tetap diwajibkan menghormati dan memperlakukan orang tua dengan baik dalam urusan dunia, tetapi tidak boleh menaati perintah yang bertentangan dengan tauhid.
Menurut Ustazah Rukmini, prinsip tersebut tergambar dalam kisah Luqman ketika memberikan nasihat kepada anaknya. Anak diperintahkan bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua, tetapi jika orang tua mengajak kepada sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran, anak tidak boleh mengikutinya dengan tetap menjaga hubungan baik.
“Jangan taat, tapi tetap hormat,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbuat baik kepada orang tua juga merupakan bagian dari keimanan dan akhlak seorang Muslim. Karena itu, Birrul Walidain seharusnya tidak berhenti pada kewajiban ketika orang tua masih hidup, tetapi dilanjutkan dengan mendoakan mereka.
“Bentuk berbuat baik kepada kedua orang tua, yang pertama jangan disakiti. Kekerasan verbal pada orang tua juga harus dijaga, kemudian sambung hatinya dengan selalu mendoakan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....