Anak Dulu Dekat, setelah Dewasa Menjauh? Ini Penjelasannya

  • 26 Agt 2026 13:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Perubahan sikap anak setelah dewasa, dari yang semula dekat dengan orang tua menjadi sulit dinasihati dan bahkan menjauh, menjadi persoalan yang banyak dirasakan keluarga. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari komunikasi, lingkungan pergaulan hingga pasangan hidup.

Persoalan itu disampaikan salah seorang pendengar, Rina dari Lowokwaru, Kota Malang, dalam program Tausyiah Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang. Ia mempertanyakan mengapa anak yang ketika kecil sangat dekat dengan orang tua justru dapat berubah setelah dewasa.

Menanggapi hal tersebut, Ustazah Hj. Dra. Rukmini Amar, M.Ap mengatakan bahwa komunikasi antara orang tua dan anak harus terus dibangun meskipun anak telah beranjak dewasa. Orang tua perlu tetap hadir secara emosional tanpa kehilangan batas dalam hubungan keluarga.

“Komunikasi yang harus dibangun memang dari kita sebagai orang tua. Tetap ada komunikasi yang efektif yang harus dibangun dengan anak-anak secara baik,” ujar Ustazah Rukmini, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, perubahan sikap anak juga bisa dipengaruhi lingkungan pergaulan. Teman sekolah, teman bermain hingga lingkungan tempat tinggal dapat memberikan pengaruh terhadap karakter dan perilaku anak.

“Lingkungan yang tidak baik, temannya tidak baik itu akan berpengaruh buruk. Jadi suul khuluk, perilakunya jadi lebih buruk karena setiap hari sudah terpengaruh dengan temannya,” jelasnya.

Pengaruh tersebut bahkan dapat semakin kuat ketika anak telah menikah. Pasangan hidup, menurutnya, dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kedekatan seorang anak dengan orang tuanya. Karena itu, hubungan antara pasangan dan keluarga besar perlu dijaga agar tidak justru menjadi penyebab terputusnya silaturahmi.

“Bisa jadi karena pasangannya yang menyebabkan seperti itu yang tidak mendukung. Yang bisa jadi memutus hubungan,” katanya.

Meski demikian, Ustazah Rukmini mengingatkan orang tua agar tidak hanya menyalahkan lingkungan atau pasangan anak. Orang tua juga perlu melakukan evaluasi terhadap cara berkomunikasi dan pola hubungan yang telah dibangun sejak anak masih kecil.

Ia juga menyarankan agar anak yang sudah dewasa tetap diarahkan memiliki lingkungan pertemanan yang baik. Ketika hubungan dengan orang tua mulai renggang, kehadiran orang-orang yang dapat mengingatkan dengan cara yang baik dapat membantu menjaga hubungan tersebut.

Pada akhirnya, kedekatan anak dengan orang tua tidak cukup dipertahankan dengan tuntutan. Komunikasi, keteladanan, doa dan hubungan yang saling menghargai menjadi bagian penting agar silaturahmi tetap terjaga ketika anak memasuki fase dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....