Christian Family Community, Pererat Pasutri GKI Bromo

  • 24 Feb 2026 12:01 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah tantangan kehidupan keluarga modern, kebutuhan akan ruang yang menguatkan pasangan suami istri menjadi semakin penting. Kehadiran Christian Family Community di GKI Bromo, Malang, menjadi jawaban atas kerinduan saling menguatkan, wadah sederhana namun berdampak, yang mempertemukan keluarga - keluarga untuk bertumbuh dalam iman dan kasih.

Berawal dari ruang digital sederhana, lahir sebuah gerakan kecil yang berdampak besar. Di tengah keterbatasan saat pandemilalu, ketika pertemuan fisik dibatasi, semangat untuk saling menguatkan dalam keluarga justru menemukan jalannya. Dari sebuah grup WhatsApp, tumbuh ruang persekutuan yang menghangatkan, mempertemukan pasangan suami istri dalam doa, firman, dan pembelajaran bersama.

Inilah Christian Family Community, sebuah inisiatif yang lahir dari kerinduan untuk bertumbuh, bukan sekadar terhubung namun saling menopang dan juga menguatkan. Saat masa pandemi tahun 2021, berbagai kegiatan Pasutri Parenting dilaksanakan secara daring melalui Zoom.

Untuk memudahkan pembagian tautan, materi pembicara, hingga dokumentasi kegiatan, dibentuklah grup WhatsApp yang inspiratif ini. Anggotanya mayoritas jemaat Dewasa Madya GKI Bromo yang telah menikah dan berkeluarga. Namun, menariknya, sejumlah jemaat dari gereja lain juga bergabung karena rindu mengikuti pembinaan Firman Tuhan seputar kehidupan pernikahan dan pengasuhan.

Pengurus subsie pasutri parenting GKI Bromo (Foto: GKI Bromo 2026)

Seiring waktu, meski kegiatan telah usai, banyak anggota memilih tetap berada dalam grup. Alasannya sederhana namun bermakna yaitu ingin terus bertumbuh bersama, saling mengenal, berbagi, dan saling menopang dalam kasih serta doa. Christian Family Cmmunity pun berkembang menjadi ruang persekutuan yang hangat, meski berbasis digital.

Komisi Dewasa GKI Bromo sendiri memiliki struktur pelayanan yang tertata baik. Di bawah kepengurusan resmi gereja dengan masa bakti dua tahunan, Komisi Dewasa periode 2025 hingga 2027 dipimpin oleh Ricky Toeweh selaku ketua KD 2025 - 2027, dengan pembina sekaligus pengarah yaitu Pdt. Didik Tridjatmiko bersama Majelis Jemaat. Komisi ini menaungi dua bidang utama yaitu Sie Dewasa Muda (bagi jemaat lajang yang telah bekerja atau lulus S1) dan Sie Dewasa Madya (bagi jemaat yang telah menikah dan berkeluarga). Khusus Dewasa Madya, terdapat beberapa sub bidang, yaitu Subsie Pasutri Parenting, Subsie Perempuan, dan Subsie Profesi.

Selain itu, tim Komunikasi Audio Visual turut berperan penting dalam mendukung publikasi, desain e-flyer, pengelolaan media sosial, hingga dokumentasi kegiatan.

Salah satu aktivitas di sesi pasutri: Peneguhan kembali janji pernikahan (Foto: GKI Bromo 2026)

Secara khusus, Christian Family Community berada di bawah pengelolaan subsie Pasutri Parenting yang terdiri dari Susane Ekawati (koordinator), Etsa Astridya, Nuke Estetika, dan Dwi Andriyanti. Beragam program dihadirkan untuk merangkul jemaat dewasa agar tetap bersekutu dan bertumbuh bersama. Sejurus dengan “The way you help heal the world is you start with your own family” yang disampaikan Mother Teresa bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keluarga.

Karena itu, GKI Bromo menyadari bahwa pembinaan parenting dan pasutri bagi keluarga Kristen bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari pemuridan. Ketika suami istri belajar membangun relasi yang sehat, saling mengasihi, dan berlandaskan nilai Kristiani, mereka menciptakan rumah yang aman dan harmonis. Saat orang tua dibekali untuk mengasuh dengan bijaksana, menyeimbangkan kasih dan disiplin anak - anak akan bertumbuh dengan karakter kuat, integritas, empati, dan tanggung jawab.

Keluarga yang kokoh melahirkan generasi yang matang secara emosional dan moral. Dari sanalah lahir warga yang beretika, peduli sesama, dan mampu membangun masyarakat yang adil dan beradab. Karena itu, pembinaan parenting dan pasutri bukan hanya investasi rohani bagi gereja, tetapi juga investasi nyata bagi masa depan bangsa.

Christian Family Community menjadi bukti bahwa pelayanan tidak selalu harus berbentuk besar atau formal. Dari sebuah grup sederhana, lahir ruang penguatan keluarga Kristen yang berdampak nyata. Menguatkan kasih dalam kehidupan berkeluarga dan juga mempererat iman kasih dalam menempuh bahtera kehidupan berumah tangga yang sarat akan makna Kasih Kristus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....