Pendengar RRI Malang dari Masa ke Masa, Menyusuri 81 Tahun Perjalanan Radio
- 22 Agt 2026 09:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perjalanan Radio Republik Indonesia (RRI) selama 81 tahun tidak hanya tercatat dalam arsip, tetapi juga tersimpan dalam ingatan para pendengarnya. Perubahan teknologi, kebiasaan mendengarkan siaran, hingga perjalanan RRI di Kota Malang menjadi bagian yang dibahas dalam dialog spesial Hari Radio ke-81 bertajuk “Pendengar RRI Malang dari Masa ke Masa”.
Dialog tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Radio ke-81 di LPP RRI Malang. Kegiatan berlangsung dalam program Warung Gaul, Jumat (21/8/2026), pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, dan disiarkan melalui Pro 4 RRI Malang 105,3 FM serta kanal YouTube RRI Malang Official.
Dipandu host Taufiq, dialog menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni CEO TOSANAJI.ID Wahyu Eko Setiawan (Sam Wes), pemerhati RRI dari Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) LPP RRI Malang Dwi Asnawi, serta praktisi radio sekaligus Ketua Museum Film Indonesia, Hariadi.
Perbedaan latar belakang narasumber membuat pembahasan tidak hanya berfokus pada perkembangan teknologi penyiaran, tetapi juga mengulas hubungan RRI dengan masyarakat yang terbentuk dari waktu ke waktu.
Dwi Asnawi menyoroti pentingnya peran pendengar dalam perjalanan sebuah lembaga penyiaran publik.
"Pendengar bukan sekadar penerima informasi dan hiburan, tetapi turut memberikan warna terhadap perkembangan program serta keberlangsungan radio di tengah masyarakat," katanya.
Sementara itu, Hariadi menghadirkan perspektif sejarah dalam dialog. Praktisi radio yang juga memiliki perhatian terhadap sejarah film dan media tersebut menunjukkan sejumlah dokumen terkait perjalanan RRI Malang di Kota Malang.
Dokumen-dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan RRI Malang dari masa ke masa sekaligus menjadi penghubung antara sejarah perjalanan radio dengan kondisi penyiaran saat ini.
Dalam dialog juga dibahas pengalaman pendengar RRI Malang dari berbagai generasi. Pada masanya, radio menjadi salah satu sumber utama informasi dan hiburan masyarakat sebelum hadirnya televisi, internet, dan berbagai platform digital.
Perkembangan teknologi kemudian mengubah pola masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan. Namun, perubahan medium tersebut tidak serta-merta menghilangkan hubungan antara radio dan pendengarnya.
Dialog “Pendengar RRI Malang dari Masa ke Masa” pun menjadi ruang untuk mengenang kembali kehadiran radio dalam kehidupan masyarakat Malang sekaligus melihat tantangan yang dihadapi media radio di tengah perkembangan teknologi komunikasi.
Dari radio yang menjadi teman sehari-hari hingga bertransformasi ke dalam ekosistem digital, perjalanan RRI Malang menunjukkan bahwa pengalaman, ingatan, dan sejarah pendengar tetap menjadi bagian penting dari perjalanan lembaga penyiaran publik tersebut.
Selain melalui Pro 4 RRI Malang 105,3 FM, masyarakat dapat mengikuti siaran RRI melalui aplikasi RRI Digital dan kanal YouTube RRI Malang Official.
Peringatan Hari Radio ke-81 menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman pendengar, pemerhati radio, dan pelaku sejarah dalam satu ruang percakapan. Sebab, 81 tahun perjalanan RRI bukan sekadar perjalanan sebuah lembaga penyiaran, melainkan juga perjalanan bersama masyarakat.
Suara dan teknologi boleh berubah mengikuti zaman, namun keberadaan pendengar tetap menjadi kekuatan yang membuat radio terus hidup dan relevan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....