Kemerdekaan Bukan Akhir Perjuangan, Amanah untuk Generasi Indonesia
- 21 Agt 2026 16:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID.Malang – Kemerdekaan Republik Indonesia bukan menjadi akhir dari perjuangan, melainkan amanah yang harus dijaga dan diisi dengan berbagai kebaikan. Hal tersebut menjadi salah satu pesan Ustadz Nurcholis, SE, dalam tausiyah Cahyaning Ati bertema “Cahaya Maulid hingga Semangat Kemerdekaan: Merdeka dengan Akhlak, Bersatu untuk Indonesia”, Jumat (21/8/2026)
Dalam kajian tersebut, Ustadz Nurcholis menjelaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia mengalami perubahan bentuk dari masa ke masa. Jika para pahlawan dahulu berjuang menghadapi penjajahan, masyarakat saat ini memiliki tantangan berbeda dalam mempertahankan dan mengembangkan kehidupan bangsa.
Perjuangan masa kini dapat dilakukan dengan melawan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat. Kebodohan dapat dilawan dengan ilmu, kemiskinan dengan kepedulian, korupsi dengan kejujuran, hoaks dengan sikap tabayun, serta kebencian dan perpecahan dengan kasih sayang dan persatuan.
Menurut Ustadz Nurcholis, perjuangan tidak selalu identik dengan kekuatan fisik. Setiap orang memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai dengan peran masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang guru yang mendidik dengan ikhlas, pegawai yang memberikan pelayanan dengan jujur, orang tua yang membimbing anak dengan baik, hingga pemuda yang belajar dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari perjuangan membangun masa depan bangsa.
Masyarakat juga diingatkan agar memiliki keberanian untuk mengingatkan ketika menemukan sesuatu yang tidak baik. Namun, keberanian tersebut harus dilakukan dengan hikmah, berdasarkan fakta, serta menggunakan cara dan saluran yang benar.
Ustadz Nurcholis menyampaikan bahwa kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai kemerdekaan justru diisi dengan tindakan yang merusak kepercayaan, seperti keserakahan, penyalahgunaan amanah, maupun perilaku yang merugikan orang lain.
“Jangan khianati perjuangan dengan mengkhianati amanah,” pesan Ustadz Nurcholis kepada para pendengar Radio Pro 4 105,3 FM.
Semangat Maulid Nabi Muhammad kemudian menjadi pengingat bahwa kehidupan harus dijalani dengan keteladanan dan akhlak. Sementara itu, semangat kemerdekaan menjadi pengingat atas pengorbanan para pahlawan. Keduanya dapat menjadi landasan bagi masyarakat untuk menjalankan tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya.
( Belgistaniko )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....