Memberi Petunjuk dalam Kebaikan, Ustaz Khafidz: Pahalanya Terus Mengalir
- 18 Agt 2026 11:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Mengajak orang lain kepada kebaikan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Memberikan petunjuk, nasihat, atau informasi yang mendorong seseorang melakukan kebaikan juga menjadi bagian dari amal yang bernilai di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Khafidz Murtaji dalam program Mutiara Pagi RRI Malang, dengan topik Memberikan Petunjuk dalam Kebaikan. Ia menjelaskan, Islam mendorong umatnya untuk saling mengajak kepada kebaikan dengan cara yang bijaksana dan nasihat yang baik.
"Kebaikan memiliki cakupan yang sangat luas, tidak hanya berupa sedekah atau membantu secara langsung, tetapi juga dapat diwujudkan melalui ilmu, tulisan, gagasan, maupun nasihat yang kemudian diamalkan oleh orang lain," jelasnya saat dikonfirmasi RRI pada Selasa (18/8/2026).
Ustaz Khafidz mengutip hadis Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam yang menjelaskan bahwa orang yang menunjukkan kepada suatu kebaikan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakan kebaikan tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya.
“Barang siapa yang memberikan petunjuk atas kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang melakukan kebaikan itu,” terangnya.
Ia mencontohkan seseorang yang mengajak orang lain membaca selawat. Ketika ajakan tersebut diamalkan dan terus dilakukan, orang yang memberikan petunjuk juga berpeluang memperoleh pahala dari kebaikan tersebut.
Konsep itu, lanjutnya, juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Orang yang menulis buku bermanfaat, menyusun kitab, menciptakan metode belajar, atau menanam pohon yang kemudian dimanfaatkan generasi berikutnya telah meninggalkan sesuatu yang manfaatnya dapat terus dirasakan.
Ustaz Khafidz bahkan mengajak masyarakat membiasakan diri “menanam kebaikan” untuk masa depan. Ia mencontohkan penanaman pohon buah yang dapat dinikmati anak-anak dan masyarakat pada tahun-tahun berikutnya.
“Dunia adalah tempat menanam yang buahnya akan bisa kita petik di akhirat nanti,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan agar ajakan kepada kebaikan dilakukan dengan cara yang bijaksana. Ketika menasihati orang yang lebih tua atau memiliki kedudukan lebih tinggi, seseorang tidak perlu membuatnya merasa digurui. Pendekatan yang santun, tenang, dan tidak frontal dinilai lebih tepat.
Dalam konteks kehidupan digital, Ustaz Khafidz juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika menyebarkan informasi. Setiap berita yang diterima perlu diperiksa terlebih dahulu melalui proses tabayun atau pengecekan kebenaran.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana menyebarkan kebaikan, tetapi juga dapat menjadi jalan menyebarkan kesalahan dan keburukan. Karena itu, masyarakat tidak boleh langsung meneruskan informasi hanya karena berasal dari orang atau kelompok yang dipercaya.
Ustaz Khafidz mengajak pendengar RRI Malang untuk terus menanam kebaikan sekecil apa pun, karena sesuatu yang dilakukan hari ini dapat memberikan manfaat bagi orang lain di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa tugas manusia adalah berusaha mengingatkan dan menunjukkan jalan kebaikan, sedangkan hidayah sepenuhnya merupakan kehendak Allah.
“Kalau memang kita punya kekuatan, gunakan kebijaksanaan. Kalau tidak, ya berdoa,” pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....