BMKG Ingatkan Malang Waspadai Angin Kencang dan Karhutla
- 06 Agt 2026 16:51 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memprakirakan cuaca di wilayah Malang Raya pada Kamis (6/8/2026) didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Masyarakat diimbau tetap mewaspadai dampak musim kemarau, mulai dari angin kencang, potensi kebakaran hutan dan lahan, hingga gelombang sedang di perairan selatan Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Forecaster on Duty BMKG Jawa Timur, Firda, saat dihubungi melalui sambungan telepon dalam program SPADA Pro 2 RRI Malang
"Untuk kondisi cuaca hari ini diprediksi umumnya cerah hingga cerah berawan. Suhu berkisar antara 15 hingga 32 derajat Celsius. Masih cukup dingin pada pagi hari dan cukup panas pada siang hari. Kondisi udaranya juga masih relatif kering," ujar Firda.
| Baca juga: BMKG: Malang Raya Masuki Musim Kemarau |
Firda menjelaskan, kelembapan udara pada siang hari diperkirakan mencapai sekitar 44 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan hingga 28 kilometer per jam.
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berencana beraktivitas di kawasan pantai selatan Jawa Timur agar meningkatkan kewaspadaan. Tinggi gelombang di perairan selatan diprakirakan mencapai 2,5 meter atau masuk kategori sedang.
"Untuk di wilayah selatan, khususnya kawasan pantai, tinggi gelombangnya mencapai 2,5 meter. Jadi tetap berhati-hati dalam melakukan aktivitas di wilayah pantai dan selalu utamakan keselamatan," katanya.
Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke kawasan pegunungan maupun daerah dengan vegetasi lebat diminta tidak melakukan pembakaran sampah ataupun membuang puntung rokok sembarangan. Menurut Firda, kondisi musim kemarau yang disertai angin cukup kencang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
"Harus berhati-hati, hindari melakukan pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan. Karena potensi kebakaran hutan cukup tinggi di musim kemarau ini, ditambah lagi dengan kondisi angin yang cukup kencang," jelasnya.
Terkait fenomena El Nino, Firda mengatakan dampaknya secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia, termasuk Malang Raya, menjadi lebih rendah dibandingkan kondisi normal. Karena itu, masyarakat diimbau menghemat penggunaan air bersih dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
"Kalau El Nino, secara umum pengaruhnya di Indonesia menyebabkan curah hujan berkurang. Untuk itu diusahakan menghemat air serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan," tutup Firda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....