BMKG: Kemarau 2026 di Jatim Lebih Kering, Waspadai Karhutla
- 16 Jul 2026 09:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca yang terjadi.
Hal tersebut disampaikan Iis Winarsih, S.T., selaku Forecaster on Duty BMKG Jawa Timur, saat menjadi narasumber dalam program SPADA Pro 2 RRI Malang, Kamis (16/7).
Dalam dialog tersebut, Iis Winarsih menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah Jawa Timur, khususnya Malang Raya, pada hari ini diprakirakan cerah hingga berawan sehingga masih mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Suhu udara di kawasan Batu diperkirakan berkisar 14–25 derajat Celsius, sedangkan Kota Malang dan Kabupaten Malang relatif lebih hangat meski udara pagi masih terasa dingin.
| Baca juga: BMKG: Malang Raya Masuki Musim Kemarau |
Menurutnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan memiliki karakteristik yang lebih kering akibat adanya pengaruh El Niño. Kondisi tersebut membuat curah hujan berkurang sehingga masyarakat perlu lebih bijak dalam menggunakan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Iis Winarsih menjelaskan bahwa udara dingin yang dirasakan masyarakat pada pagi dan malam hari merupakan fenomena yang normal terjadi setiap musim kemarau, terutama pada periode Juli hingga September.
"Pada musim kemarau, udara di pagi hingga menjelang pagi memang terasa lebih dingin, sementara siang hari cenderung panas dan terik. Fenomena ini dikenal sebagai bediding dan merupakan kondisi yang normal terjadi setiap tahunnya," ujar Iis Winarsih.
Meski peluang hujan mulai menurun, BMKG mengingatkan bahwa ancaman utama selama musim kemarau justru berasal dari meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan, memastikan api benar-benar padam saat berkemah maupun beraktivitas di kawasan pegunungan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, BMKG juga menyampaikan bahwa tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Timur pada hari ini diperkirakan mencapai sekitar dua meter atau berada pada kategori sedang. Nelayan maupun wisatawan tetap diminta berhati-hati saat melakukan aktivitas di kawasan pantai maupun laut.
Di sisi lain, Iis Winarsih mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau. Paparan sinar matahari yang cukup terik pada siang hari berpotensi menyebabkan dehidrasi apabila tidak diantisipasi.
"Masyarakat disarankan menggunakan pelindung kulit seperti tabir surya, mengenakan pakaian yang nyaman, menghindari paparan sinar matahari secara langsung, tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih, serta bijak menggunakan air bersih karena kita akan memasuki puncak musim kemarau," jelasnya.
Menutup dialog di SPADA Pro 2 RRI Malang, Iis Winarsih mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca baik melalui media sosial resmi BMKG, maupun kanal informasi resmi BMKG lainnya karena kondisi cuaca dapat berubah secara dinamis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....