Setapak Jalan menuju Sejuta Harapan dengan Istiqamah

  • 27 Jul 2026 09:09 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Menapaki jalan kehidupan dengan penuh harapan, kesabaran, dan istiqamah menjadi pesan utama yang disampaikan Ustazah Machmudah, S.Ag. dalam program Cahyaning Ati di Pro 4 RRI Malang, Minggu (26/7/2026). Melalui tema “Setapak Jalan Sejuta Harapan”, ia mengajak umat Islam untuk tetap optimistis menghadapi setiap ujian dengan terus berikhtiar, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT.

Menurut Ustazah Machmudah, kehidupan diibaratkan seperti menapaki sebuah jalan setapak yang tidak selalu lurus dan mulus. Dalam perjalanan, seseorang akan menghadapi berbagai rintangan, jalan yang terjal, berliku, bahkan terkadang seolah menemui jalan buntu. Kondisi tersebut tidak jarang membuat sebagian orang kehilangan harapan, bahkan memilih mengakhiri hidup. Padahal, setiap perjalanan panjang selalu diawali dengan satu langkah kecil yang dilakukan dengan penuh keyakinan.

Ia menjelaskan, Islam mengajarkan bahwa keberhasilan bukanlah milik orang yang tidak pernah jatuh, melainkan milik mereka yang terus bangkit setelah menghadapi kesulitan. Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6 yang menyatakan bahwa sesungguhnya bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Menurutnya, kesulitan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses menuju pertolongan Allah SWT.

Ustazah Machmudah mengatakan, tidak semua orang memulai kehidupan dari kondisi yang mudah. Ada yang diuji dengan keterbatasan ekonomi, kesehatan, maupun persoalan lainnya. Namun, selama seseorang memiliki harapan kepada Allah SWT, ia tidak akan kehilangan arah dalam menjalani kehidupan. Harapan tersebut harus diwujudkan melalui doa, ikhtiar, usaha yang sungguh-sungguh, dan tawakal secara seimbang.

Menurutnya Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang pentingnya kesabaran dan konsistensi dalam berbuat baik. Menurutnya, amalan kecil yang dilakukan secara istiqamah lebih dicintai Allah SWT daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesaat. Karena itu, tidak ada kata terlambat untuk memulai kebaikan. Seseorang yang belum mampu membaca Al-Qur’an, misalnya, dapat memulainya dengan mempelajari ayat demi ayat secara bertahap.

Selain itu, Ustazah Machmudah mengutip Surah Az-Zumar ayat 53 sebagai pengingat agar umat Islam tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Ayat tersebut menjadi penghibur bagi mereka yang sedang menghadapi berbagai kesulitan hidup. Selama Allah SWT masih memberikan kesempatan bernapas, menurutnya, berarti pintu taubat, perbaikan diri, dan harapan masih terbuka bagi setiap hamba-Nya.

Ia juga mencontohkan perjuangan Rasulullah SAW saat berdakwah. Dakwah dimulai dari lingkungan keluarga dan para sahabat, kemudian berlanjut hingga peristiwa hijrah yang penuh tantangan dan ancaman dari kaum Quraisy. Namun, di tengah berbagai ujian tersebut, Rasulullah SAW tetap teguh meyakini bahwa pertolongan Allah SWT senantiasa menyertai orang-orang yang beriman. Sikap itulah yang semestinya menjadi teladan bagi umat Islam dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan.

Menutup kajian, Ustazah Machmudah mengajak seluruh pendengar agar senantiasa berdoa, berusaha, dan tidak pernah berhenti berharap kepada Allah SWT. Menurutnya, harapan tidak akan terwujud tanpa ikhtiar, sebagaimana usaha tanpa doa dapat menumbuhkan kesombongan.

“Kesabaran dan kesungguhan ibarat dua sayap burung yang membawanya terbang menggapai sejuta harapan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan firman Allah SWT bahwa siapa saja yang bertakwa kepada-Nya akan diberikan jalan keluar dari setiap kesulitan. Karena itu, umat Islam hendaknya tetap menggantungkan harapan hanya kepada Allah SWT dan tidak kepada selain-Nya. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....